Masa Tenang Pemilu, Jangan Golput dan Lawan Hoaks hingga Pemungutan Suara

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 14 April 2019 16:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 14 605 2043415 masa-tenang-pemilu-jangan-golput-dan-lawan-hoaks-hingga-pemungutan-suara-4OtddCWCWs.jpg ilustrasi

JAKARTA - Memasuki masa tenang pemilu, Wakil Kepala Rumah Aspirasi Jokowi-Amin, Michael Umbas mengucapkan rasa terima kasihnya kepada rakyat Indonesia dan segenap relawan selama ini sudah mengikuti kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01.

"Terima kasih kami sampaikan kepada rakyat yang selalu antusias mengikuti kampanye Jokowi-Amin. Kepada segenap relawan, simpul-simpul jaringan, termasuk tokoh-tokoh partai Koalisi Indonesia Kerja. Tak sedikit tenaga, waktu, materi dan, pikiran kita curahkan selama masa kampanye, kata Umbas di Jakarta, Minggu (14/4/2019).

"Dengan gotong royong dan satu tekad bulat, kita berhasil lewati itu. Permohonan maaf juga kami haturkan kepada pihak manapun jika ada kekeliruan sepanjang kampanye," sambungnya.

Dia menjelaskan, masa tenang Pemilu 2019 berlangsung pada 14-16 April 2019. Umbas berharap tak ada kabar hoaks, isu-isu negatif yang menyudutkan satu sama lain muncul di ruang publik. "Jika masih ada kita lawan dengan santun. Jangan ganggu pemilih untuk bersikap," ucapnya.

Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai hak pilih, kata dia, sudah semestinya hadir di tempat-tempat pemungutan suara (TPS). Umbas mengajak, seluruh rakyat Indonesia menggunakan hak pilih untuk Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres).

"Jangan jadi golongan putih alias golput. Sebab golput sama artinya tidak mencintai masa depan bangsa dengan menihilkan kewajiban memilih yang terbaik," ajak Umbas.

Menurutnya, para calon anggota legislatif (caleg) DPR, DPRD provinsi, kabupaten/ kota, DPD, calon presiden dan calon wakil presiden tetap ada yang terpilih dan dilantik. "Jika kita tidak memakai hak suara, semakin membuka celah politik jahat berkuasa. Kedaulatan rakyat tercederai," urainya.

Umbas menambahkan, pemilih merupakan pemegang sekaligus pemilik kedaulatan di republik ini. "Masa kampanye yang dimulai 23 September 2018, telah berakhir pada 13 April 2019. Spanduk, baliho, selebaran, iklan, janji-janji politik sudah kita baca, dengar, dan simak. Kini, saatnya kita menentukan pilihan pada 17 April 2019. Ingat persatuan selalu di atas segala-galanya," ujar dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini