Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PPLN Diminta Netral dalam Menjalankan Tugas

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Senin, 15 April 2019 |11:08 WIB
PPLN Diminta Netral dalam Menjalankan Tugas
A
A
A

(Baca Juga: Gagal Berikan Hak Suara, Sejumlah WNI di Sydney Kecewa)

"Kalau alasannya pemilih membludak, sangat tidak profesional. Harusnya kan panitia menyiapkan berbagai rencana antisipasi terhadap segala kemungkinan, termasuk membludaknya pemilih di ujung waktu. Ada plan A, B, C dan seterusnya. Bukan lantas menutup TPS karena alasan batas waktu habis atau sewa gedung habis, sementara pemilih masih antre dan surat suara masih menumpuk banyak. Alasan kok kaleng-kaleng begini," kata Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

Gus Yaqut mengaku mengerti perasaan para pemilih yang marah karena hak pilihnya seperti dirampok panitia. Pasalnya, lanjut dia, pemilih sudah mengantre berjam-jam namun pada akhirnya tidak harus pulang karena panitia mengatakan waktu habis.

"Batas waktu menyoblos kan sampai pukul 18.00, pemilih datang sebelum jam tersebut. Harusnya tetap diberi kesempatan menyoblos. Nah kalau datang setelah jam 18.00 baru ditolak. Ini kan enggak. Bayangkan antre berjam-jam tapi nggak bisa milih, ya kecewa dan marah," kritik Gus Yaqut

Dia menegaskan, alih-alih meningkatkan partisipasi warga menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019, peristiwa ini malah membuat warga "dipaksa" golput. Menurut dia, hal ini jadi kontradiktif dengan kampanye KPU sendiri yang mengajak warga jangan golput.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement