"Sebelum itu seperti ada banyak rasa takut kalau suatu saat aku tidak diterima lagi di Indonesia," papar Paola.
Namun bukan hanya masalah identitas sebagai warga Indonesia yang membuatnya semangat untuk ikut memilih.
Menurutnya ada banyak kesempatan yang hilang untuk ikut berkontribusi terhadap Indonesia akibat tidak memiliki hak memilih.
"Seperti (pemilu) kemarin, rasanya ingin sekali menyuarakan pendapat. Waktu pilkada Jakarta juga ingin sekali nyoblos gubernur yang aku dukung cuma tidak ada kesempatan."

Meski harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk terbang kembali ke Jogjakarta, Aya Duhita meyakini itu adalah upaya yang "tidak memikirkan diri sendiri" dan ikut "menentukan nasib negara".
Upaya yang "tidak memikirkan diri sendiri"
Aya Duhita (28), juga menyadari bahwa memilih adalah hak istimewa yang bisa disepelekan.
Demi bisa memilih, Aya akan terbang dari Jakarta ke kota asalnya, Yogyakarta, dan mengambil cuti kerja.