Meski harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk itu, Aya meyakini itu adalah upaya yang "tidak memikirkan diri sendiri" dan ikut "menentukan nasib negara".
"Kalau misalnya hak pilih aku tak aku gunakan, itu sama saja seperti aku tidak memikirkan infrastruktur yang sudah jalan. Sekarang kan ada proyek-proyek yang belum 100%.
"Kebijakan apapun yang nanti akan dilaksanakan capres dan cawapres terpilih itu akan menentukan juga akan dilanjutkan atau ditinggal begitu saja, atau dilanjutkan tapi tidak sesuai dengan rencana awal," tuturnya.
"Harus dipergunakan sebaik-baiknya"
Pada saat bersamaan, ada kelompok yang yakin untuk tidak memilih atau golput di pemilu Rabu (17/04) nanti.
Mereka yang memilih untuk golput ini menyatakan kecewa atas dua calon presiden yang ada, tren yang menurut lembaga survei kemungkinan naik pada pemilihan April.
Pada pemilu 2014 lalu, sekitar 30% pemilih tidak berpartisipasi alias golput.
Golput adalah salah satu bentuk ekpresi politik dan merupakan hak warga negara, namun Paola Cortese menyayangkan jika ada teman-temannya yang memutuskan untuk golput.
"Duh kalian tak tahu yah perjuangannya," ujarnya,