"Ada suatu hak penting tapi kok disia-siakan sedangkan aku yang ingin sekali tapi tak bisa waktu itu."
"Memilih itu suatu hak istimewa. Tak semua orang yang cinta Indonesia bisa memilih. Contohnya aku. Baru sekarang ada kesempatan untuk memilih dan aku merasa harus dipergunakan sebaik-baiknya," tambahnya.

Sekelompok aktivis menyatakan bahwa golput adalah ekspresi politik yang tidak dapat dipidana.
Tak hanya hak istimewa, bagi Paola memilih juga adalah bentuk kebanggaan sebagai warga Indonesia.
"Harusnya orang menghargai kalau Indonesia adalah salah satu negara yang benar-benar demokrasi di Asia Tenggara. Di negara lain sistem demokrasinya tidak semaju kita. Jadi pergunakanlah hak suara itu sebaik mungkin."
Sedang bagi Aya Duhita, orang yang memutuskan untuk golput seperti "tidak peduli dengan diri sendiri".
"Ini hanya meluangkan waktu program kerja mana yang menarik dan toh itu juga akan dikembalikan ke kamu," kata Aya.
"Kesempatan ini hanya lima tahun sekali dan dalam lima tahun itu akan banyak hal yang dapat terjadi, kalau masih bisa baca atau nonton video dan masih peduli dengan diri sendiri, yuk ke TPS tanggal 17."
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.