Ratusan Napi Lapas Kelas IIA Narkotika Jayapura Tak Bisa Mencoblos

Edy Siswanto, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 14:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 17 605 2044649 ratusan-napi-lapas-kelas-iia-narkotika-jayapura-tak-bisa-mencoblos-jAoEpp6OV8.jpg Lapas Narkotika

JAYAPURA - Ratusan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Narkotika Jayapura maupun Lapas Perempuan Jayapura tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

Kepala Lapas Kelas II A Narkotika Jayapura, Bazuki Wijoyi mengatakan total Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bisa menggunakan hak pilihnya berjumlah 357 orang dari total 556 orang.

 Baca juga: Ikut Nyoblos Pemilu 2019, Seorang Tahanan KPK Dukung Prabowo

"Jumlah narapidana dan tahanan saat ini berjumlah 556 orang sudah termasuk Lapas Perempuan Jayapura," ujarnya. Rabu (17/4/2019).

Basuki mengatakan total pemilih tetap untuk saat ini menurun. Sebelumnya total pemilih tetap di lapas naunganya berjumlah sekitar 400.

"Rata-rata yang belum masuk menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dimungkinkan saat masuk ke lapas belum terdata. Karena banyak yang masuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) mungkin kewalahan juga," terang Basuki.

 Baca juga: Unik, 10 Becak Disulap Jadi TPS di Solo

Bazuki mengatakan, ada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di dalam lapas tersebut, yakni TPS 006 dan 007. Proses pemilihan dimulai pada pukul 09.00 WIT.

"Proses pencoblosan yang masuk kategori pemilih dan memegang undangan dipanggil berdasar TPS yang telah diatur ," tuturnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat TNI/ Polri dalam proses coblosan di Lapasnya. Hari ini kita dijaga dari Polres Jayapura juga petugas Lapas, terang Wijoyo. Dirinya mengatakan, rata- rata pemilih di Lapasnya didominasi kasus narkotika.

"Sebenarnya sudah kita data semua WBP (warga Binaan Pemasyarakatan) yang ada disini. Rata-rata kasus pidana umum dan narkotika. Yang mendominasi wbp narkotika," terang Wijoyo

 Baca juga: Dari 63 Orang, Hanya 36 Tahanan yang Nyoblos di Rutan KPK

Ia mengatakan, saat ini sedang berlangsung pemilihan berjalan aman dan kondusif.

Wijoyo sangat menyayangkan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura tidak melakukan sosialisasi terkait pencoblosan, dikarenakan ada sekitar 5 Kertas suara yang dicoblos.

Dirinya juga menyayangkan Narapidana yang mencoblos di Lapas Narkotika hanya sekitar 350 orang sementara lainnya tidak mencoblos.

" Kami sudah koordinasi dengan KPU, namun dengan data yang lama pun tidak bisa banyak menolong secara signifikan," Tegas Wijoyo

Namun, dia menegaskan dengan kertas suara yang telah diterima akan diupayakan dilakukan pencoblosan secara maksimal.

Dua orang KPPS Lapas Narkotika KPPS 006 Yoin Viktor Aponno dan KPPS 007 Hernowo mengaku melakukan penjelasan seadanya kepada Narapidana mekanisme pencoblosan dengan 5 kertas suara.

Viktor Apono sangat menyayangkan banyak narapidana dan tahanan yang tidak menggunakan hak suaranya. Padahal, warga juga memiliki hak yang sama untuk memilih.

"Ke depan harus bisa lebih baik, jangan terulang lagi," katanya.

Ehut Sasarari, warga Lapas Narkotika mengaku sangat senang dengan pesta demokrasi Pemilu Pilpres dan Pileg 2018, dan diakui Pemilu kali ini yang terbaik di Lapas.

"Sejauh ini tidak seperti begini, ini langkah yang paling baik Pemilu di Lapas Narkotika tahun 2019 ini," ungkapnya

Meski begitu, Ehut menyayangkan tidak adanya sosialisasi dari KPU Kabupaten Jayapura ke Lapas, padahal didalam Lapas tidak seluruhnya bisa membaca dan menulis.

"Kedepan penyelenggara Pemilu KPU harus datang dan memberikan kejelasan terkait mekanisme pencoblosan dalam bentuk sosialisasi ke Lapas," harapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini