Kapolri: Presiden Terpilih Legitimasinya Tinggi, yang Melawan Akan Khianati Keinginan Rakyat

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 18 April 2019 14:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 18 605 2045198 kapolri-presiden-terpilih-legitimasinya-tinggi-yang-melawan-akan-khianati-keinginan-rakyat-csbzd8dgzy.jpg Tito Karnavian. (Foto: Hambali/Okezone)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, partisipasi pemilih yang tinggi akan melegitimasi siapapun presiden dan wakil presiden yang terpilih di Pilpres 2019.

Menurut Tito, Pilpres 2019 merupakan pesta demokrasi yang pastisipasi masyarakatnya paling tinggi, sejak era reformasi 1998.

"Ingat ini adalah proses demokrasi yang salah satu semenjak reformasi, termasuk dihadiri oleh partispasi publik yang sangat tinggi, di atas 80 persen dan melibatkan hampir 180 juta atau lebih pemilih," kata Tito di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Kapolri Tito Karnavian.

"Jadi siapapun yang terpilih mendapatkan kredibilitas dan legitimasi dukungan rakyat yang tinggi, dan langkah inkontitusional melawan kehendak rakyat itu sama saja mengkhianati keinginan rakyat, TNI-Polri akan menjaga hal itu," ujarnya.

(Baca juga: BPN Tepis Isu Prabowo Ribut dengan Sandiaga soal Klaim Kemenangan 62% di Pilpres 2019)

Tito meminta semua pihak untuk menahan diri dan sabar menunggu pernyataan resmi yang akan dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), tentang siapa pasangan yang terpilih di Pilpers 2019.

Ia pun meminta semua pihak untuk tidak memobilisasi massa karena berpotensi akan menganggu jalannya stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat.

"Polri dan TNI memiliki kemampuan deteksi, kita memahami kalau ada gerakan-gerakan dan kita akan melakukan langkah-langkah sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini