nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjebak di Banker Kapal Pasir, 4 ABK Tewas

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Jum'at 19 April 2019 21:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 19 340 2045676 terjebak-di-banker-kapal-pasir-4-abk-tewas-RXmnmWQigQ.jpg Foto Istimewa

PEKANBARU - Insiden kecelakaan kerja terjadi di kapal pengangkut pasir di Kabupaten Siak, Riau. Dalam musibah ini, sebanyak empat anak buah kapal (ABK) ditemukan tewas.

Humas Basarnas Pekanbaru, Kukuh Widodo mengatakan keempat korban meninggal dunia diduga karena menghirup udara beracun. Rekan korban sempat, mencoba menolong, tapi kesulitan karena banker kapal sangat gelap dan pengap.

"Saat ini semua ABK sudah berhasil dievakuasi dari banker, namun semuanya meninggal dunia," kata Kukuh kepada wartawan, Jumat (19/4/2019).

Empat korban meninggal itu adalah Fahruddin, Indra Bayu, Indra Maulana Ansar dan M.Ishak. Kukuh menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi dan kapten kapal pada pukul 09.00 WIB, keempatnya bertugas membersihkan dan memperbaiki banker kapal. Saat ini posisi kapal bernama BG Maju Lancar berada di Pelabuhan Industri Buton Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

 sd

Saat membersihkan diduga mereka tidak menggunakan peralatan yang standar seperti tabung oksigen. Rekan korban baru mengetahui karena korban sudah lama tidak keluar dalam dari banker kapal. Bunker kapal pasir itu berbentuk lorong dan panjang, ini yang membuat korban tidak selamat.

Sekitar pukul 12.00 WIB, kapten kapal BG Maju Lancar mencoba mengevakuasi korban. Untuk masuk ke dalam banker, kapten kapal menggunakan peralatan tabung ogsigen. Namun karena lokasi sangat tidak memungkinkan, kapten kapal hanya bisa mengevakuasi satu korban.

Sekitar pukul 13.30 WIB, kru kapal menelpon Basarnas. Tidak lama tim datang ke lokasi. Petugaspun berhasil mengevakuasi korban satu persatu. Selat dari Basarnas, tim rescue yang melakukan evakuasi berasal dari pihak kepolisian, dinas kebakaran, Syahbandar dan warga.

"Di dalam bunker tentunya mengandung gas beracun, seharusnya apabila melakukan pembersihan harus menggunakan APD ( Alat Pelindung Diri) biar safety. Saat mengevakuasi, tim tentu menggunakan alat keselamatan," tukasnya.

 sd

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini