Ada Kesalahan Administrasi, 2 TPS di Kulonprogo Coblos Ulang

Kuntadi, Jurnalis · Minggu 21 April 2019 16:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 21 605 2046133 ada-kesalahan-administrasi-2-tps-di-kulonprogo-coblos-ulang-tcT4vwd0pI.jpg Pemungutan suara ulang di Kulonprogo. (Foto : Kuntadi)

KULONPROGO – Komisi pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo hari ini melaksanakan pemungutan suara ulang di dua TPS. Menyusul adanya rekomendasi dari Bawaslu terkait adanya pelanggaran administrasi dalam pelaksanaan Pemilu pada 17 April lalu.

Pemungutan suara ulang ini dilaksanakan di TPS 31 Kelurahan Wates, Kecamatan Wates Kulonprogo dan di TPS 02 Desa Margosari Kecamatan Pengasih, Kulonprogo.

"Hari ini kita gelar Pengutuan Suara ulang di TPS 31 Wates dan TPS 02 Margosari," kata Komisioner KPU Kulonprogo Tri Mulatsih, di sela memantau pelaksanaan pemilu ulang di TPS 31 Wonosidi Lor, Wates.

Di TPS 31, ada 274 daftar pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebelumnya ada 5 orang yang tercatat masuk dalam DPTb. Pemungutan Suara ulang dilakukan karena ada pelanggaran administrasi pada pemilu yang dilaksanakan pada 17 April. Saat itu ada dua orang yang ikut mencoblos dengan KTP elektronik yang merupakan warga Papua. Oleh KPPS diberikan satu suara untuk pilpres yang semestinya tidak boleh karena tidak mampu menunjukkan A5. Pemungutan ulang ini hanya dilakukan untuk pemilihan presiden.

Pemungutan suara ulang di Kulonprogo. (Foto : Kuntadi)

Sementara itu, di TPS 02 Margosari ada tiga pemilih yang memberikan hak suaranya sebagai pemilih DPTb dari luar daerah pemilihan. Namun oleh KPPS diberikan lima surat suara. Sehingga dilakukan pemungutan suara ulang untuk DPRD Kabupaten dari 289 orang pemilih yang masuk dalam DPT.

Pemilihan ulang di TPS 31 dilaksanakan tanpa kehadiran saksi dari kedua saksi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden. Meski begitu tidak jadi kendala dalam pelaksanaan.

"Sesuai aturan ketika sudah jam 07.00 WIB ketika sudah ada pemilih atau saksi, prmilihan bisa dimulai," katanya.


Baca Juga : Relawan Jokowi Gelar Syukuran dengan Potong Tumpeng

Salah seorang pemilih, Suharno (60) mengaku,0 tidak ada masalah dengan adanya pemungutan ulang, meskipun hari ini agendanya sangat padat.

"Sebenarnya hari ini ada agenda yang padat, tetapi demi bangsa dan negara tidak masalah. Saya nanti agak terlambat ke seminar saja," katanya.

Dia berharap petugas lebih cermat agar tidak lagi terjadi kesalahan. Semuanya harus menggunakan mekanisme dan aturan yang benar.

"Semoga semuanya lancar dan tidak ada kesalahan," katanya.


Baca Juga : Bupati Mandailing Natal Diisukan Mengundurkan Diri karena Jokowi Kalah di Kabupatennya

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini