Viryan mengakui sempat salah melakukan input data scan C1 yang kemudian dikritisi sejumlah pihak. Menurut dia, jika penyelenggara di bawah ingin melakukan curang maka hal tersebut bisa diubah sebelum data dimasukan atau di-input ke KPU. Kata Viryan, karena terdapat kekeliruan maka pihaknya meminta di-input ulang.
"Itu kan contoh, jangan sampai keliru, justru kekeliruan itu diketahui karena KPU transparan. Itu tidak mudah memantau 810 ribu hasil pemilu di TPS. Caranya KPU membuka diri, KPU mempersilakan publik mengkritisi makanya kita buka layanan buat call center," tuturnya.
Sebelumnya, tudingan kecurangan yang dialamatkan ke KPU disampaikan sebagian masyarakat, termasuk para warganet di media sosial. Tudingan semakin kencang menyusul adanya temuan beberapa kesalahan dalam data pemungutan suara KPU.
Bahkan, aksi massa mengingatkan KPU agar tidak curang terjadi. Puluhan kaum ibu-ibu yang tergabung dalam Emak-emak Seknas Prabowo-Sandi menggelar aksi di depan Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Minggu 21 April 2019. Mereka berorasi meminta agar KPU tidak melakukan kecurangan. (wal)

(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.