Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Bom Sri Lanka: Dari 3 Anak Miliarder Denmark hingga Koki Terkenal

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 23 April 2019 |01:53 WIB
Korban Bom Sri Lanka: Dari 3 Anak Miliarder Denmark hingga Koki Terkenal
Lokasi bom Sri Lanka. (Foto: Chamila Karunarathne/Getty Images)
A
A
A

Tiga Staf Cinnamon Grand hotel

Tiga staf di Cinnamon Grand hotel juga menjadi korban. "Pagi itu sangat sibuk. Sarapan pada Minggu pagi adalah salah satu waktu yang sangat sibuk bagi kami," ujar juru bicara Cinnamon Grand hotel kepada BBC.

"Mereka adalah staf di bagian restoran. Salah seorang di antara bertugas untuk menyiapkan hoppers (sejenis panekuk ala Sri Lanka)," katanya.

Mereka adalah Shantha, Sanjeewani, Ibrahim, dan Nisthar.

Tiga Staf Hotel Shangri-La

Manajemen Hotel Shangri-La mengatakan bahwa tiga staf mereka meninggal dunia saat menjalankan tugas.

Warga India yang Tinggal di Dubai

Korban meninggal lain adalah Rasina (58) yang berasal dari Kerala, India. Media setempat memberitakan bahwa Rasina –beberapa media menulis namanya Razeena– tinggal di Dubai bersama suami dan berada di Kolombo untuk menemui keluarga.

Ia dan suaminya meninggalkan Dubai pada Minggu pagi dan rencananya meninggalkan Kolombo pada Minggu malam.

Dia meninggal dalam serangan tidak lama setelah check out dari Hotel Shangri-La.

Situs berita New Indian Express mengatakan bahwa pasangan ini memiliki dua anak, satu laki-laki dan satu perempuan, yang tinggal di Amerika Serikat.

Bom Sri Lanka. (Foto: Reuters)

Lima Politikus India

Mereka berasal dari Bangalore dan meninggal dalam serangan bom di Hotel Shangri-La, ungkap anggota keluarga kepada wartawan BBC Hindi, Imran Qureshi.

Dua di antaranya dikenal bernama KG Hanumantharayappa dan M Rangappa, dua anggota Partai Janata Dal Party (JDP).

Menteri Utama di negara bagian Karnataka, melalui unggahan di Twitter, mengatakan bahwa ia sangat "terpukul" dengan meninggalnya Hanumantharayappa dan Rangappa.

Pejabat di Karnataka, Sushma Swaraj, mengatakan tiga korban lain bernama Lakshmi, Narayan Chandrashekhar, dan Ramesh.

Aktivis JDP dilaporkan berlibur ke Sri Lanka setelah pencoblosan suara pemilu India di daerah mereka selesai pada 18 April.

"Mereka tiba di hotel sekitar pukul 08.00 dan langsung sarapan," ungkap S Shivakumar, seorang anggota keluarga, kepada BBC.

Ketika sarapan ini terjadi serangan bom dan mereka ikut menjadi korban.

Dua Insinyur Turki

Kantor berita resmi Turki, Anadolu, memberitakan bahwa dua warga Turki menjadi korban serangan di Sri Lanka. Mereka adalah Serhan Selcuk Narici dan Yigit Ali Cavus.

Menurut profil di Facebook, Serhan Selcuk Narici pindah ke Kolombo pada Maret 2017.

Ayahnya, Baba Memhet Narici, kepada Anadolu mengatakan bahwa anaknya bekerja sebagai teknisi listrik di Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Sri Lanka.

"Pagi ini sekitar pukul 05.00, ia mengirim pesan WhatsApp dan menyapa saya 'Selamat Pagi'. Itulah kabar terakhir yang saya terima," kata Narici.

Korban lain, Yigit Ali Cavus, juga dikenal sebagai insinyur. "Ia anak yang pintar. Ia lulus dari Istanbul Technical University dengan nilai sangat memuaskan. Ia menguasai dua bahasa," kata ayahnya.

Belum diketahui dengan jelas di mana posisi dua teknisi ini saat serangan terjadi.

Dua Warga Australia dari Satu Keluarga

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan dua warga Australia meninggal dunia dalam serangan di Sri Lanka. Keduanya berasal dari satu keluarga dan sudah tinggal di negara ini selama beberapa waktu.

Cucu Politikus Bangladesh

Cucu anggota parlemen Bangladesh, Sheikh Fazlul Karim Selim, meninggal dalam serangan bom ini. Pihak keluarga, seperti dikutip media setempat, mengatakan Selim meninggal dalam serangan di hotel tempat dirinya dan keluarganya menginap, namun tidak dijelaskan nama hotel yang dimaksud.

Staf pribadi Selim mengatakan ayah dari anak ini mengalami luka-luka dalam ledakan.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement