LEBAK - Jumri (50), seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 19, Kampung Pasir Awi, Desa Sukaraja, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, Banten meninggal dunia saat menunaikan salat subuh di rumahnya. Jumri wafat dalam kondisi masih bersujud di atas sajadahnya.
"Betul (meninggal sedang sujud salat subuh-red)," kata Ketua KPU Lebak, Nikmatullah saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/4/2019).
Sebelum meninggal, Jumri sempat mengeluh kepada rekannya dan meminta izin untuk pulang pada saat proses rekapitulasi C1 sedang berlangsung di TPS.
Kemudian, Jumri yang diketahui bertugas sebagai keamanan masuk ke kamar untuk menunaikan salat subuh. Namun, anaknya curiga, karena Jumri tak lekas bangun saat sujud. "Sempat diinfus di rumahnya tapi sayang nyawanya tidak tertolong lagi," ujar Nikmatullah.
Terkait santunan, Komisioner KPU Banten, Rohimah mengaku pihaknya masih menunggu mekanisme pemberian santunan kepada keluarga dari KPURI. Di Banten, terdapat tiga pejuang demokrasi yang meninggal dunia salah satunya Jumri.

"Sekarang KPU sedang mendata semua penyelenggara se-nasional, kabarnya mereka (KPU) sedang rapat membahas bagaimana mekanisme pemberian santunannya, kita siap apapun mekanismenya dan besarannya," ucap Rohimah.
Pihaknya pun ikut berduka-cita atas meninggalnya tiga petugas KPPS di Banten saat menjalankan tugasnya. "Ketiganya meninggal diduga karena kelelahan. Karena memang mereka pagi pemungutan sampai siang, siang sampai ke pagi penghitungan," katanya menandaskan.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.