Petugas KPPS Meninggal Bertambah Jadi 91 Orang, 374 Jatuh Sakit

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 02:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 23 605 2046763 petugas-kpps-meninggal-bertambah-jadi-91-orang-374-jatuh-sakit-7iNG6ySdww.jpg Ilustrasi karangan bunga dukacita. (Foto: Okezone)

JUMLAH petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah menjadi 91 orang. Ini berdasarkan data yang dihimpun hingga Senin 22 April 2019.

"Jumlah update terakhir petugas penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah itu sebanyak 91 orang meninggal dunia, kemudian 374 orang sakit, sakit ini bervariasi ya," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman.

Insiden meninggalnya petugas KPPS tersebut terjadi di 19 provinsi. Disebutkan bahwa sebagian besar yang meninggal sebelumnya jatuh sakit karena kelelahan.

Arief juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evalusi terkait dengan personel KKPS yang meninggal dunia akibat tugas yang mereka emban.

"Memang pekerjaannya berat, memang pekerjaannya banyak, maka ya orang sangat mungkin kelelahan dalam menjalankan tugas," kata Arief pekan lalu.

Bagi para petugas KPPS yang meninggal dunia saat menjalankan tugas ini, Arief telah mengusulkan agar mereka mendapat santunan.

Arief mengatakan sejak awal durasi kerja para petugas KPPS telah diprediksi bakal sangat panjang.

"Kalau dibikin kerjanya seperti kerja normal kantoran masuk jam 08.00 pagi pulang jam 04.00 sore, bisa enggak selesai pemilunya."

"Memang kerja penyelenggara pemilu itu kerjanya overtime, makanya ketika kami memilih itu, memang nyari orang-orang yang sehat fisiknya, sehat mentalnya. Karena sehat fisiknya saja juga berisiko kalau orang ditekan kanan kiri gampang down, enggak bisa," jelasnya.

Ilustrasi pemilu. (Foto: Okezone)

Durasi Penghitungan Suara Jadi Penyebab Utama

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifqi Alimubarok, mengatakan waktu penghitungan yang membutuhkan waktu lama menjadi penyebab utama.

Menurut Rifqi, para petugas KPPS kelelahan lantaran rata-rata penghitungan suara baru selesai pukul 05.00 pagi. Apalagi satu hari sebelumnya, mereka harus menyiapkan tempat pemungutan suara dan logistik.

"Berdasarkan hasil pantauan di lapangan rata-rata itu selesai pukul 05.00 pagi, bahkan ada yang berlanjut sampai pukul 12.00 siang. Karena belum selesai menyalin hasil formulir yang cukup banyak. Dan itu kan tanpa jeda, apalagi kemudian mereka kebanyakan mempersiapkan TPS di H-1 jadi, otomatis kelelahan," ungkap Rifqi, Sabtu 20 April .

Faktor kelelahan itu, kata Rifqi, menyebabkan banyak petugas yang terbaring sakit setelah pemungutan suara.

"Kan ada lima jenis pemilihan, berarti lima jenis formulir C1. Itu banyak itemnya hampir 20–30 lembar. Kali saksi 16 partai, kali DPD, tambah pengawas TPS untuk Bawaslu. Jadi kalau komplet semua, ada 50 set manual," tambah Rifqi.

Ilustrasi pemilu. (Foto: Ist)

Diminta Disederhanakan

Penuturan Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifqi Alimubarok, diamini Rudi Tauri dan Painen, petugas KPPS di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kepada BBC News Indonesia, mereka mengaku harus menyiapkan TPS dan berbagai perangkat mencoblos pada Selasa 16 April 2019.

Adapun pada hari-H, seluruh petugas KPPS mesti merekapitulasi suara untuk pilpres dan pileg dari pukul 13.00 hingga pukul 05.00 keesokan harinya.

"Banyak sekali yang harus kami isi pada formulirnya. Ditambah menghitung suara, jadinya ruwet sekali," kata Rudi.

"Untuk ke depannya mohon prosedurnya disederhanakan. Akan sangat memakan waktu," timpal Painen.

Setelah rampung merekapitulasi kertas suara yang dituangkan dalam formulir C1, seluruh kertas suara dibawa ke tempat penampungan sementara di kelurahan. Setelah itu, surat suara dibawa ke tingkat kecamatan.

Berdasarkan informasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), tahapan rekapitulasi mulai dari tingkat TPS hingga nasional dibagi menjadi lima tahapan:

1. 17–18 April: Penghitungan surat suara di TPS

2. 18 April–4 Mei: Penghitungan tingkat kecamatan

3. 22 April–7 Mei: Penghitungan tingkat kabupaten/kota

4. 22 April–12 Mei: Penghitungan tingkat provinsi

5. 25 April–22 Mei: Penghitungan dan pengumuman surat suara tingkat nasional.

(han)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini