SEMARANG - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meradang dengan tudingan sejumlah pihak yang mengatakan, proses pesta demokrasi diliputi kecurangan. Apalagi demi kelancaran Pemilu, puluhan petugas meninggal dunia hinga layak disebut pahlawan demokrasi.
"(Mereka yang memandang pemilu curang) perlu melihat itu. Curang apa, sudah setengah mampus orang, apalagi yang mati-mati itu. Enggak lihat mati karena Pemilu, ngawur aja," geram Ryamizard usai memberi pengarahan kepada prajurit Kodam IV/Diponegoro se-Garnisun Semarang di Balai Diponegoro, Semarang, Selasa (23/4/2019).

Purnawirawan jenderal bintang empat itu mengakui masih terdapat beberapa kekurangan dan pelanggaran pada Pemilu 17 April 2019. Meski demikian, pelanggaran terbilang kecil dibanding tingginya partisipasi masyarakat yang berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.