nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Merapi Luncurkan 2 Guguran Lava Sejauh 1.000 Meter

Antara, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 11:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 24 510 2047331 gunung-merapi-luncurkan-2-guguran-lava-sejauh-1-000-meter-SD4jqguEyH.jpg Gunung Merapi difoto dari Gunung Merbabu, Jawa Tengah (Salman Mardira/Okezone)

YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tangah meluncurkan dua kali guguran lava pijar pada Rabu (24/4/2019).

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan, dua guguran lava yang terpantau melalui kamera CCTV pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 350 hingga 1.000 meter.

Selain guguran lava, selama periode itu BPPTKG juga merekam 6 gempa guguran dengan amplitudo 4-50 mm dan durasi 19.64-101.18 detik dan 1 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 2 mm selama 7,56 detik.

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah. Angin di gunung itu bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut dan barat. Suhu udara 16.5-21.6 derajat celsius, kelembaban udara 67-92 persen, dan tekanan udara 627.7-707.9 mmHg.

 

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

Melansir dari Antaranews, BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini