Prabowo-Gatot-Dahlan Iskan Bahas Kecurangan Pemilu 2019

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 00:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 605 2047221 prabowo-gatot-dahlan-iskan-bahas-kecurangan-pemilu-2019-dSmnTNPl23.jpg Prabowo Subianto. (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat melakukan pertemuan tertutup dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan pada Senin, 22 April 2019.

Menurut Koordinator Juru Bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, pertemuan Prabowo dengan Gatot dan Dahlan Iskan setidaknya membahas perkembangan hasil Pemilu 2019 pascapencoblosan.

"Iya Pak Gatot dan Pak Dahlan (kemarin) sore. Biasa (membahas) perkembangan pencoblosan beberapa hari yang lalu," tutur Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Lebih jauh ketiganya turut menyinggung fenomena kecurangan yang dinilai massif terjadi dalam Pemilu 2019 ini. Baik Gatot maupun Dahlan turut memberikan saran kepada Prabowo terkait fenomena kecurangan tersebut.

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto : Harits Tryan Akhmad/Okezone)

"Bagi kami, kecurangan hari ini TSMB, terstruktur, sistematis, masif, dan brutal. Jadi ini brutal sekali. Kita tentu sedang fokus di situ. Ya saya pikir banyak saran yang diberikan Pak Gatot, Pak Dahlan apa yang harus dilakukan. Itu kita dengarkan," ujarnya.

Prabowo, sambung Dahnil, juga sempat mendengarkan masukan dari salah satu pegiat HAM, Haris Azhar yang menyarankan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengungkap kecurangan Pemilu 2019.


Baca Juga : Sambangi Sandi, Sekjen Parpol Koalisi Bahas Kecurangan Pemilu

"Haris Azar dan kawan-kawan juga ini TSMB, terstruktur, sistematis, masif, dan brutal. Ini adalah pemilu paling buruk. Kecurangannya massif sepanjang (pasca) reformasi. Ini harus menjadi evaluasi massal," tutur Dahnil.


Baca Juga : Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul 3,5 Juta Suara, TKN Terus Kawal Form C1

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini