
Menteri dari Partai Hanura itu menegaskan, pemerintah tidak pernah ada pikiran ataupun kehendak untuk melakukan intervensi terhadap kinerja KPU-Bawaslu, apalagi sampai membangun konspirasi kecurangan secara TSM untuk memenangkan paslon tertentu, dalam hal ini Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Tidak pernah ada pikiran, kehendak dari pemerintah untuk melakukan intervensi terhadap kinerja KPU/Bawaslu apalagi sampai membangun konspirasi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan massif guna memenangkan pasangan calon tertentu," jelas Wiranto.
Sebagai menteri koordinator yang membidangi urusan politik nasional, Wiranto mengklaim dirinya berperan aktif memantau perkembangan yang terjadi. Kalaupun konspirasi itu ada, sudah pasti dirinya mengetahui. Tetapi, ia menegaskan tuduhan konspirasi tersebut tidak benar dan tidak terjadi.
