Pemerintah Bantah Lakukan Konspirasi Kecurangan Pemilu 2019

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 14:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 24 605 2047431 pemerintah-bantah-lakukan-konspirasi-kecurangan-pemilu-2019-veJBeccTHl.jpg Menko Polhukam, Wiranto (foto: Okezone)

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto membantah tuduhan yang menyebut adanya konspirasi antara penyelenggara pemilu, pemerintah, Polri dan TNI melakukan kecurangan terstruktur, sistematis dan massif (TSM) untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu di Pemilu 2019.

"Tuduhan tersebut sangat tendensius, ngawur, bernuansa fitnah, tidak benar dan tidak berdasar," ucap Wiranto usai memimpin rakorsus tentang permasalahan pasca Pemilu 2019 di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).

Menurut Wiranto, tuduhan tersebut diarahkan untuk mendelegitimasi pemerintah, KPU-Bawaslu, termasuk hasil pemilu yang sementara ini sedang dalam proses penghitungan. Dia menegaskan KPU-Bawaslu merupakan lembaga yang mandiri dan tidak dalam struktur lembaga negara manapun.

"Dengan demikian tidak berada di bawah kendali pemerintah," tegas Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu.

 SD

Menteri dari Partai Hanura itu menegaskan, pemerintah tidak pernah ada pikiran ataupun kehendak untuk melakukan intervensi terhadap kinerja KPU-Bawaslu, apalagi sampai membangun konspirasi kecurangan secara TSM untuk memenangkan paslon tertentu, dalam hal ini Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Tidak pernah ada pikiran, kehendak dari pemerintah untuk melakukan intervensi terhadap kinerja KPU/Bawaslu apalagi sampai membangun konspirasi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan massif guna memenangkan pasangan calon tertentu," jelas Wiranto.

Sebagai menteri koordinator yang membidangi urusan politik nasional, Wiranto mengklaim dirinya berperan aktif memantau perkembangan yang terjadi. Kalaupun konspirasi itu ada, sudah pasti dirinya mengetahui. Tetapi, ia menegaskan tuduhan konspirasi tersebut tidak benar dan tidak terjadi.

 SD

"Pada kenyataannya saya harus menyatakan bahwa tuduhan konspirasi antara pemerintah dan KPU/Bawaslu untuk melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis dan massif dalam Pemilu 2019 tidak benar, sekali lagi tidak pernah terjadi," tegas Wiranto.

Wiranto berharap melalui penjelasan ini masyarakat dapat tercerahkan dan tidak terprovokasi oleh berita yang menyesatkan.

"Melalui penjelasan ini saya mengharapkan masyarakat jangan percaya terhadap berita-berita yang menyesatkan tersebut, apalagi terhasut untuk melakukan gerakan-gerakan yang hanya akan mengganggu kedamaian dan keamanan nasional," pungkas dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini