ASN Tapanuli Tengah Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Dugaan Kecurangan Masif Pemilu 2019

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 18:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 25 606 2048042 asn-tapanuli-tengah-dilaporkan-ke-bawaslu-terkait-dugaan-kecurangan-masif-pemilu-2019-eRmlPXX68d.jpg Organisasi Gabungan Lintas Partai Tapanuli Tengah Laporkan ASN yang Diduga Terlibat Kecurangan Masif dalam Pemilu 2019 ke Bawaslu RI (foto: Ist)

JAKARTA - Organisasi Gabungan Lintas Partai Tapanuli Tengah melaporkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga terlibat kecurangan secara masif dan terstruktur dalam Pemilu 2019 ke Bawaslu RI.

"Kita dari lintas partai, saya mewakili Partai Perindo, yang kita bawakan hari ini adalah terkait pelanggaran pemilu di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang dilakukan oleh camat, kades, lurah, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Kita duga ini kecurangan masif dan terstruktur," kata Aditya Permadi, salah seorang perwakilan organisasi dari Partai Perindo, di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: Bupati Tapanuli Tengah Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Dugaan Kecurangan Masif Pemilu 

Dia menjelaskan, para ASN Tapanuli Tengah diduga menggiring masyarakat untuk memilih caleg dari partai tertentu. Bahkan, para ASN bekerja sama dengan para petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) setempat untuk mencoblos surat suara tersisa untuk salah satu partai.

"Pertama, kecurangan itu melalui camat, kades, lurah, orang dinas pendidikan, dan dinas kesehatan menggiring opini masyarakat," urainya.

Organisasi Gabungan Lintas Partai Tapanuli Tengah Laporkan ASN Diduga Terlibat Kecurangan Secara Masif dalam Pemilu 2019 ke Bawaslu RI (foto: Ist)	 

"Kedua pencoblosan surat suara sisa untuk partainya. Masyarakat sana juga diancam tidak mendapat PKH kalau tidak memilih partainya," sambung Aditya.

Sementara, Ketua Harian DPD Partai Golkar Kabupaten Tapanuli Tengah, Buyung Sitompul mengatakan, kecurangan ini disinyalir adanya campur tangan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani yang juga merupakan kader salah satu partai.

"Logikanya seorang pegawai negeri tidak akan mau ikut membantu, artinya kalau sudah mau begitu kan ada yang mengendalikan, kami duga ini dikendalikan oleh Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah. Karena dialah yang bisa menginstruksikan kepala dinas berbuat," ucap Buyung.

Dia menambahkan, hasil perhitungan sementara, partai yang dimaksud kini unggul di daerahnya. Salah satu caleg DPR RI dari partai itu disebut mendapat 119.000 suara.

"Hal ini bisa terlihat dari mana data sementara kita melihat bahwa caleg NasDem untuk DPR RI yang namanya Delmeria itu mendapatkan suara 119 ribu suara. Sedangkan penduduk Tapanuli Tengah itu 240 ribu, kalaulah jumlah pemilih itu 60 persen itu berarti sekitar 140 ribu," tuturnya.

Baca Juga: Diduga Terjadi Kecurangan, Hanura Minta Pemungutan Suara Ulang di Tapanuli Tengah 

"Dia bisa mendapat suara itu kan dia orang Padang, di Tapanuli Tengah itu kampung orang Batak. Nggak mungkinlah dia dapet hampir 100 persen," tambah dia.

Saat melapor ke Bawaslu, Organisasi Gabungan Lintas Partai Tapanuli Tengah membawa surat keterangan tertulis dari gabungan beberapa partai dan rekaman suara yang menunjukkan adanya intervensi oleh para ASN di wilayah Tapanuli Tengah.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini