Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir dan Longsor Landa Tangerang Selatan, Seorang Balita Tewas

Hambali , Jurnalis-Minggu, 28 April 2019 |00:02 WIB
Banjir dan Longsor Landa Tangerang Selatan, Seorang Balita Tewas
Foto: Hambali/Okezone
A
A
A

TANGSEL - Beberapa wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dilanda banjir beberapa terakhir. Tingginya curah hujan juga menyebabkan longsor di Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Ciputat, hingga mengakibatkan seorang balita meninggal dunia.

Balita malang itu bernama Namira (3), dia tertimpa material longsor yang menerjang kediamannya pada Jumat 26 April 2019, sekira Pukul 17.00 WIB. Beberapa saksi dari warga sekitar menyebutkan, peristiwa longsor terjadi saat hujan deras terjadi.

Namira berhasil dievakuasi dari reruntuhan, namun sayang nyawanya tetap tak tertolong. Sebagian besar rumah itu hancur, terutama di bagian depan yang memang letaknya berdekatan dengan tebing setinggi 6 hingga 8 meter.

(Baca juga: Dihajar Hujan Semalaman, Ratusan Rumah di Pejaten Timur Terendam Banjir)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Hasyim mengatakan, data sementara menyebutkan, ada 11 permukiman yang terdampak banjir dan longsor dengan korban 1 meninggal dunia.

(Foto: Hambali/Okezone)

"Data sementara seperti itu. Kita berharap tidak ada limpahan air dari hulu lagi," ujarnya kepada Okezone, Sabtu (27/4/2019).

Wilayah terdampak itu adalah Perumahan Pesona Serpong, Perumahan Citra Prima Serpong, Perumahan BPI, Lembah Pinus, Puri Bintaro Indah, Bukit Nuda Indah, Kampung Maruga, Jalan Raya Jombang, Kampung Koceak Sengkol, Kampung Bulak, dan Maharta.

Dari data yang tercatat pada seluruh wilayah itu, setidaknya terdapat sekira 900-an KK yang terdampak. Sebagian di antaranya terpaksa dievakuasi, karena ketinggian banjir cukup tinggi dan bisa membahayakan.

Dijelaskan Hasyim, seluruh personel BPBD beserta Komunitas Siaga Bencana (KSB) telah disiapkan di titik-titik rawan lokasi banjir. Penebalan petugas dilakukan guna mengantisipasi jika terjadi kembali banjir kiriman disertai hujan dengan intensitas tinggi.

"Tim Rescue BPBD berjumlah 23 personel sudah dioptimalkan. Tiap KSB menerjunkan 5 personel, tentunya dengan observasi setiap potensi ancaman banjir," ucapnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement