Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Rabi Korban Penembakan Sinagog di AS: Secara Ajaib Pistol Itu Macet

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Senin, 29 April 2019 |12:23 WIB
Cerita Rabi Korban Penembakan Sinagog di AS: Secara Ajaib Pistol Itu Macet
Rabi Yisroel sehari setelah penembakan menceritakan kisahnya kepada media. Foto/AP News
A
A
A

POWAY - Beberapa menit setelah pria bersenjata itu melarikan diri dari tempat penembakan yang menewaskan seorang perempuan di dalam sinagog California Selatan, AS, seorang rabi yang terluka, Yisroel Goldstein membungkus tangannya yang berlumuran darah dengan selendang.

Ia kemudian berdiri di kursi dan berbicara kepada jemaat yang masih panik untuk tetap kuat dalam menghadapi serangan mematikan yang menargetkan umatnya.

“Kami adalah bangsa Yahudi yang akan berdiri tegak. Kami tidak akan membiarkan siapa pun menjatuhkan kami. Terorisme seperti ini tidak akan menjatuhkan kita,” ujar Goldstein kepada para jemaatnya setelah terjadi penembajan pada Sabtu 27 April 2019.

Mengutip AP News, Senin (29/9/2019), Lori Kaye (60) tewas dalam penembakan itu. Sedangkan yang terluka Goldstein, Noya Dahan (8) dan pamannya yang berusia 34 tahun, Almog Peretz.

Goldstein saat konferensi pers pada Minggu di luar sinagog utara San Diego menceritakan bahwa dia sedang bersiap untuk kebaktian pada hari terakhir Paskah namu mendengar suara keras. Dia berbalik, dan melihat seorang pemuda mengenakan kacamata hitam berdiri di depannya dengan senapan.

"Aku tidak bisa melihat matanya. Saya tidak bisa melihat jiwanya," kata Goldstein. Dia mengangkat tangannya dan kehilangan salah satu jarinya dalam penembakan itu.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement