Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Rabi Korban Penembakan Sinagog di AS: Secara Ajaib Pistol Itu Macet

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Senin, 29 April 2019 |12:23 WIB
Cerita Rabi Korban Penembakan Sinagog di AS: Secara Ajaib Pistol Itu Macet
Rabi Yisroel sehari setelah penembakan menceritakan kisahnya kepada media. Foto/AP News
A
A
A

“Saya takut, sangat, sangat takut,” katanya. "Aku tidak melihat ayahku. Saya pikir dia sudah mati," kata Dahan.

BacaPose Tersenyum di Depan Demonstran Anti-Islam, Perempuan Ini Jadi Viral

BacaBawa Bensin dan Korek, Seorang Pria Ditangkap saat Masuk ke Katedral St Patrick New York

Ayahnya, Israel Dahan (32) mencertikan bahwa dia membalik meja lipat begitu dia melihat lelaki itu masuk membawa senapan panjang dan menyuruh orang untuk lari.

Dia pergi mencari anak-anaknya dan menemukan salah satu anaknya berhasil keluar dan anaknya yang berusia 5 tahun bersembunyi di kamar mandi.

Ada indikasi senjata penyerangan tipe-AR mungkin tidak berfungsi setelah pria bersenjata itu menembakkan banyak peluru ke dalam, kata Gore. Seorang agen Patroli Perbatasan yang tidak bertugas menembaki si penembak saat ia melarikan diri, merindukannya tetapi menyerang kendaraannya yang melarikan diri, kata sheriff.

Foto/AP News 

Shimon Abitbul mengatakan bahwa dia segera meniarapkan cucunya yang berusia 2 tahun ke lantai dan menunggu saat terjadi penembakan. Setelah itu ia menggendong cucunya dan berlari menjauh dari pelaku penembakan.

Kemudian Abitbul berlari kembali ke lokasi penembakan untuk membantu seorang perempuan yang digambarkannya memiliki lubang di dadanya dan kemudian meninggal. Perempuan itu adalah Kaye, korban tewas penembakan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement