nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Jatim Bantah Ada Oknum Polisi yang Transfer Rp80 Juta ke Vanessa Angel

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 16:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 30 519 2049893 polda-jatim-bantah-ada-oknum-polisi-yang-transfer-rp80-juta-ke-vanessa-angel-kqRsUiAPPI.jpg Vanessa Angel (Foto: Okezone)

SURABAYA - Polda Jatim meminta kuasa hukum Vanessa Angel untuk membuktikan tudingan terkait yang mentransfer uang booking sebesar Rp80 juta terhadap muncikari TN adalah oknum polisi bernisial HH, bukan Rian Subroto yang selama ini diketahui.

Dimana harus dibuktikan dengan bukti otentik yakni bukti transfer. Sehingga tudingan tersebut ada buktinya, tidak asal menuduh. Polda Jatim membantah tudingan tersebut bahwa tidak benar adanya.

"Itu tidak benar, namanya juga pengacara kok. Itu merupakan hak pengacara untuk membela kliennya. Tapi tuduhan itu harus dibuktikan dengan bukti otentik," terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (30/4/2019).

Baca Juga: Bobot Vanessa Angel Turun 7 Kg Sejak Ditahan karena Prostitusi Online

Vanessa Angel

Menurut Barung, jika memang ditransfer harus ada bukti transfernya. Tidak boleh asal berbicara. Sebab kalau masalah transfer dari rekening ke rekening itu urusan kerahasiaan bank, bukan pengacara.

Disinggung soal keberadaan Rian karena tidak bisa dihadirkan dalam beberapa kali sidang di PN Surabaya, Barung mengaku masih akan menanyakan pada penyidik. Apakah Rian akan dihadirkan paksa dalam persidangan atau bagaimana.

"Umumnya saksi tidak mau (dihadirkan). Kalau dia bilang rekayasa ya silahkan saja. Misalnya maling diadili mana ada yang ngaku," tandas Barung.

Seperti diketahui, kuasa hukum Vanessa Angel, Milano, menyatakan pihaknya menemukam bukti baru dalam kasus tersebut. Dimana yang mentransfer uang Rp 80 juta untuk membayar Vanessa adalah oknum polisi berinisial HH. Itu disampaikan usai sidang di PN Surabaya pada Senin 29 April 2019.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini