nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendukung Presiden Maduro Duduki Kedubes Venezuela di Washington, Simpatisan Guadio Protes

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 11:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 02 18 2050512 pendukung-presiden-maduro-duduki-kedubes-venezuela-di-washington-simpatisan-guadio-protes-JIBsy8eJ3x.jpg Simpatisan Guadio protes depan Kedubes Venezuela di Washington, AS. Foto/VOA

WASHINGTON — Perebutan kekuasaan di Venezuela juga tercermin di kantor perwakilan negara itu di Washington DC.

Kantor kedutaan itu kini diduduki pendukung Maduro supaya tidak dapat dikuasai oleh oposisi.

Para diplomat Venezuela yang ditempatkan pemerintahan Maduro meninggalkan kedutaan itu sebulan lalu. Namun, kedutaan tidak kosong.

Aktivis gigih pendukung Maduro, umumnya warganegara Amerika, sekarang menguasai kedutaan supaya tidak diambil pihak berwenang Amerika dan oposisi Venezuela.

Foto/VOA

Margaret Flowers, seorang pendukung Maduro mengatakan, "Kami tidak melanggar hukum. Kami mendapat izin penuh dari Presiden Maduro untuk berada di sini. Jadi jika Departemen Luar Negeri dan penegak hukum Amerika memasuki gedung ini, merekalah yang melanggar hukum."

BacaAda Upaya Kudeta, Venezuela Rusuh

BacaPemimpin Oposisi Venezuela Klaim Dapat Dukungan Militer untuk Rebut Kekuasaan

Simpatisan Guaido berkumpul di luar, tidak dibenarkan masuk. Seorang yang tidak mau disebut namanya mengatakan ia warganegara Venezuela dan sudah berbicara dengan orang Amerika pendukung Maduro tentang apa yang terjadi di Venezuela.

"Realita yang saya ketahui sangat berbeda dari yang mereka ketahui. Mereka mengajar saya tentang Amerika, saya ingin menjelaskan tentang keadaan di negara saya," kata seorang pendukung Guaido menyitir VOA, Kamis, (2/5/2019).

Foto/VOA

Waktu semakin tipis bagi para aktivis. Amerika tidak mengakui pemerintahan Maduro. Namun, para pemerotes mengatakan siap jika dipaksa membubarkan diri.

"Kalau polisi menangkap kami, tangkaplah kami. Kami akui kami tidak punya kekuatan untuk melawan lagi pula kami tidak mau melawan dengan kekerasan. Jadi kami terima risiko itu," kata seorang demonstran.

Kedutaan Venezuela sekarang terbenam krisis. Dua presiden, dua ideologi. Penduduk yang terpecah berpegang pada pendirian masing-masing. Pada akhirnya pihak manakah yang akan menang?.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini