Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Profesor Politik Universitas Melbourne Puji Kualitas Pilpres 2019

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 02 Mei 2019 |15:42 WIB
Profesor Politik Universitas Melbourne Puji Kualitas Pilpres 2019
Pemungutan suara di Pemilu 2019 di Depok, Jawa Barat, 17 April 2019. (Foto : Ilustrasi/Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Tingkat kedewasaan bangsa Indonesia dalam berdemokrasi terus meningkat. Ini terlihat dari partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 yang mengalami kenaikan pesat dibandingkan Pemilu 2014. Selain itu, mayoritas para pemilih dari kedua kubu, baik dari.pihak Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga sepakat menunggu hasil resmi KPU.

Profesor Kajian Politik Universitas Melbourne, Vedi Hafiz, merespons proses demokrasi di Indonesia. Dia menilai Pemilu 2019 menunjukkan aspirasi kelompok-kelompok pinggiran telah terakomodasi ke atas pentas politik arus utama. Menurutnya, fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga menguat di negara-negara Barat seperti AS dan Australia.

"Diskursus kelompok pinggiran ini telah menyatu dengan wacana arus utama, lalu diadopsi oleh pemain politik utama dan bahkan disuarakan ulang oleh mereka," kata Prof Vedi yang kini menjabat Asisten Rektor Universitas Melbourne di bidang internasional.

Menurut Vedi, pilpres kali ini hendaknya dipotret secara wajar. Dia tak sepakat jika Pilpres telah membagi masyarakat dalam dua kutub ideologi yang ekstrem.

"Memotret Pilpres ini sebagai pertarungan antara kekuatan Islam dan keagamaan non-Islam tidak tepat," katanya.

 Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Meutya Hafid. (Foto : Fahreza Rizky/Okezone)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement