nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Politisi di Australia Tuduh Muslim Punya Tujuan Rahasia

ABC News, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 11:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 03 18 2050978 politisi-di-australia-tuduh-muslim-punya-tujuan-rahasia-zIw92DCtEa.jpg Jeremy Hearn. Foto/ABC News

VICTORIA - Seorang politisi di negara bagian Victoria, Australia mengatakan umat Muslim Australia sebenarnya punya tujuan tertentu dan pernyataannya ini dianggap kasar.

Politisi bernama Jeremy Hearn dari Partai Liberal tadinya adalah caleg di daerah pemilihan Isaacs untuk DPR Australia, yang saat ini dipegang oleh Mark Dreyfus dari Partai Buruh yang beroposisi.

Karena pernyataannya, nama Jeremy akan dicoret oleh Partai Liberal di negara bagian Victoria untuk pemihan umum federal yang akan digelar 18 Mei mendatang.

Pengurus Partai Liberal Victoria menyatakan pembatalan pencalegan Jeremy disebabkan sikapnya yang dinilai tak sejalan dengan kebijakan partai.

Jeremy pernah mengeluarkan pernyataan online tahun lalu dengan menyebutkan umat Islam di Australia selama ini menyembunyikan niat mereka yang sebenarnya.

Niat umat Islam itu, kata Jeremy, yaitu ingin menggulingkan Pemerintah Australia dan memberlakukan hukum Syariah.

Pemimpin Partai Liberal Victoria Michael O'Brien menilai komentar rekannya itu sebagai "tidak pantas".

"Saya sepenuhnya menolak pernyataan itu. Pandangan semacam itu tidak memiliki tempat di Partai Liberal," katanya.

Jeremy sendiri telah meminta maaf atas komentarnya tersebut.

Seorang menteri di kabinet PM Scott Morrison, Alan Tudge, menilai komentar Jeremy itu menyakitkan dan tidak didukung di kalangan Partai Liberal.

"Dia akan dicoret hari ini. Pandangannya itu tidak memiliki tempat di Partai Liberal," katanya kepada stasiun TV setempat.

Partai Buruh sebelumnya mendesak agar Jeremy dicoret sebagai caleg setelah komentarnya dimuat oleh surat kabar lokal.

Mark Dreyfus dari Partai Buruh yang menduduki kursi Dapil Isaacs sejak 2007 menyambut baik pencoretan lawannya itu.

Namun Mark menambahkan hal ini sebenarnya mencerminkan adanya permasalahan dalam proses pencalegan di tubuh Partai Liberal.

"Orang ini seharusnya tidak dipilih sebagai caleg oleh sebuah partai politik utama di Australia," katanya.

"Mereka menganggap tidak apa-apa memilih seseorang yang mengungkapkan pandangan menjijikkan dan Islamofobia seperti ini," tambahnya.

Caleg Dituduh Berkomentar Anti Muslim

Jessica Whelan telah menjadi sasaran tuduhan sejumlah anggota parlemen di Tasmania pada hari Kamis (2/5/2019) sebagai orang yang telah membuat komentar-komentar bernada Islamophobia di media sosial Facebook, termasuk sebuah unggahan mengenai khitan.

Jessica Whelan sendiri membantah bertanggung jawab atas salah satu dari materi yang diunggah di Facebook tersebut yang beredar ke publik pada Kamis (2/5/2019). Ia juga mengatakan cuplikan pesan dari akun Facebook itu telah dimanipulasi secara digital.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Partai Liberal telah melaporkan unggahan kontroversial itu ke polisi.

Foto/ABC News

Jessica Whelan saat ini tengah bersaing merebut kursi di daerah pemilihan Lyons, di utara Hobart yang sebelumnya diduduki oleh anggota parlemen dari Partai Buruh yang diklaim berpeluang besar untuk direbut oleh Partai Koalisi.

Namun peluangnya merebut kursi itu sedikit terancam dikarenakan saat ini beredar sejumlah cuplikan gambar dari beberapa komentar di media sosial yang mengungkapkan komentar yang pernah dibuatnya di Facebook pada tahun lalu yang mengungkapkan pandangan anti-Muslim, anti-imigran di internet.

Laporan ABC News menyebutkan bahwa cuplikan komentar tersebut tetapi tidak dapat memverifikasi apakah komentar itu memang dibuat oleh Jessica Whelan, yang diunggah di sebuah akun Facebook yang tampaknya telah dihapus.

Salah satu komentar yang ditulis pada Juli 2017 menyerukan pemungutan suara nasional tentang apakah akan melarang orang-orang yang beragama Islam memasuki Australia.

"Saya peduli dengan keselamatan kita," demikian bunyi unggahan itu.

"Bagaimana kalau kita menggelar referendum tentang apakah kita perlu menutup perbatasan kita bagi orang-orang Muslim? itulah yang akan saya dukung!"

Jessica Whelan menolak untuk menjawab pertanyaan dari sejumlah wartawan ketika diantar ke dalam kendaraan oleh petugas keamanan.

Pemimpin Oposisi dari Partai Buruh di Tasmania Rebecca White mengatakan kepada Parlemen negara bagian bahwa dirinya "100 persen yakin" kalau Jessica Whelan adalah dalang dari sejumlah unggahan bernada anti-Muslim yang dituangkan di halaman Facebook miliknya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini