Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tradisi Nyorog Nyaris Punah di Tengah Kemajuan Zaman

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Sabtu, 04 Mei 2019 |10:03 WIB
Tradisi <i>Nyorog</i> Nyaris Punah di Tengah Kemajuan Zaman
Masenah, warga asli Betawi yang tinggal di Setu Babakan, Ciganjur, Jaksel (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)
A
A
A

Zaman yang serba maju membuat tradisi nyorog semakin terkikis, bahkan nyaris punah. Tak hanya itu, banyak orang asli Betawi yang sudah tidak lagi melakukan tradisi nyorog jelang Ramadan, karena memang tidak adanya warisan ilmu atau pemahaman dari para orangtuanya.

Perkampungan Betawi Setu Babakan

Kendati tidak banyak orang yang tahu soal tradisi asli tanah kelahiran si Pitung ini, namun masih ada segelintir mereka yang sudi melestarikannya. Nyorog dapat ditemui di kawasan Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Srengseng Sawa‎h, Jakarta Selatan.

Tradisi nyorog masih sering dilakukan oleh penduduk asli Setu Babakan. Hanya saja, tradisi nyorog di daerah tersebut tidak terlalu masif dan sifatnya cenderung personal.

"Masing-masing sih kalau itu (nyorog). Kalau dibilang masih ada, ya masih ada yang suka (nyorog). Tapi ya pribadi, bukan perayaan kayak lebaran Betawi gitu kan, enggak," kata warga asli Setu Babakan, Masenah.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement