Zaman yang serba maju membuat tradisi nyorog semakin terkikis, bahkan nyaris punah. Tak hanya itu, banyak orang asli Betawi yang sudah tidak lagi melakukan tradisi nyorog jelang Ramadan, karena memang tidak adanya warisan ilmu atau pemahaman dari para orangtuanya.

Kendati tidak banyak orang yang tahu soal tradisi asli tanah kelahiran si Pitung ini, namun masih ada segelintir mereka yang sudi melestarikannya. Nyorog dapat ditemui di kawasan Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Tradisi nyorog masih sering dilakukan oleh penduduk asli Setu Babakan. Hanya saja, tradisi nyorog di daerah tersebut tidak terlalu masif dan sifatnya cenderung personal.
"Masing-masing sih kalau itu (nyorog). Kalau dibilang masih ada, ya masih ada yang suka (nyorog). Tapi ya pribadi, bukan perayaan kayak lebaran Betawi gitu kan, enggak," kata warga asli Setu Babakan, Masenah.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.