nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hancur karena Konflik Bosnia 1992, Masjid Aladza Kembali Dibuka

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 05 Mei 2019 11:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 05 18 2051700 hancur-karena-konflik-bosnia-1992-masjid-aladza-kembali-dibuka-p8V0MSxqeG.jpg Masjid Aladza (BBC)

BOSNIA - Ribuan orang menghadiri pembukaan kembali masjid terkenal di Bosnia, hampir tiga dekade semenjak kehancurannya selama perang 1992-1995.

Masjid Aladza di Kota Foca, Bosnia, menjadi target serangan di awal konflik sebagai bagian dari rencana pasukan Serbia Bosnia untuk menciptakan negara yang murni secara etnis.

Masjid peninggalan abad ke-16 itu dianggap sebagai mahakarya arsitektur Ottoman.

 Baca juga: Pemburu di Bosnia Tewas Setelah Tersasar ke Ladang Ranjau

Proyek restorasi telah memakan waktu beberapa tahun, dengan bantuan keuangan dari sejumlah negara, diantaranya Turki.

Masjid ini dibangun sekitar tahun 1550 dan terus bertahan hingga diledakkan dengan dinamit oleh pasukan Serbia Bosnia.

Pada tahun lalu, seorang mantan tentara Serbia Bosnia dikenai dakwaan atas perannya dalam meledakkan bangunan bersejarah itu.

 Baca juga: Penjagal 8.000 Warga Bosnia Dihukum Seumur Hidup, PM Lebanon Batal Resign

Bagian dari struktur asli bangunan masjid itu, yang dibuang setelah mengalami kehancuran, telah digali dan dimunculkan lagi.

Ribuan orang Muslim menghadiri pembukaan kembali masjid tersebut - selama perang 1992-1995, total ada 12 masjid yang hancur.

 https://ichef.bbci.co.uk/news/624/cpsprodpb/15824/production/_106800188_bc8f6545-b504-4348-9c6a-b13c293a5f8e.jpg

Sebelum perang, jumlah warga Muslim lebih dari setengah populasi di kota Foca yang berjumlah 41.000 jiwa - namun saat ini lebih dari 1.000 orang Muslim yang tinggal di kota itu, demikian lapor kantor berita Reuters.

 Baca juga: Dinyatakan Bersalah, Penjagal 8.000 Muslim Bosnia Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

Kota Foca menjadi terkenal karena pembunuhan massal atas orang-orang non-Serbia yang terjadi di kota itu selama konflik.

Selama perang, namanya berganti nama menjadi Srbinje - tetapi pada 2004, Pengadilan Tinggi Bosnia memutuskan untuk memulihkan nama aslinya.

Anggota Komunitas Islam Bosnia memuji pembukaan kembali situs bersejarah tersebut.

"Hari ini kita menyaksikan harapan bahwa masyarakat akan menemukan kedamaian lagi di tempat ini," kata ketua kelompok itu, Husein Kavazovic, pada upacara itu.

Menteri Kebudayaan Turki, Mehmet Nuri Ersoy mengatakan pembukaan kembali masjid tersebut menunjukkan bahwa "rasisme dan kebencian dapat merusak bangunan apapun, tetapi tidak dapat menghancurkan budaya hidup berdampingan yang dipelihara selama berabad-abad".

Utusan khusus AS untuk Bosnia mengatakan bangunan itu sekarang akan berfungsi sebagai "suar bagi rekonsiliasi untuk generasi mendatang".

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini