Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemilu 2019, Cerminan Kesenjangan Ekonomi yang Dibungkus Isu Agama

ABC News , Jurnalis-Minggu, 05 Mei 2019 |10:28 WIB
Pemilu 2019, Cerminan Kesenjangan Ekonomi yang Dibungkus Isu Agama
Prabowo dan Jokowi (Okezone)
A
A
A

"Kita melihat kebangkitan formalisasi Islam yang bisa dipelintirkan dengan mudah untuk kepentingan politik dan bisnis," jelasnya.

Profesor Ronald Lukens-Bull dari AS, yang melakukan studi multikulturalisme di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, juga membenarkan persoalan politik identitas dalam Pemilu 2019 di Indonesia.

Namun ia mengungkapkan, polarisasi yang bisa muncul sebagai imbas bisa dicegah jika kandidat Presiden dan Wakil Presiden tersedia lebih dari dua pilihan.

"Maksud saya kalau ada lebih dari dua kandidat akan mencegah polarisasi karena kelompok (yang menggunakan politik identitas) ini, kalau ada empat kandidat misalkan, mereka mungkin memengaruhi kandidat lain," jelasnya kepada ABC selepas diskusi Politik dan Agama di Indonesia.

"Sehingga politik identitas dalam wujud agama bisa dikurangi."

Islamisasi gaya baru

Munculnya kelompok-kelompok Islam hingga gerakan 212 dalam dua tahun terakhir di Indonesia tak pelak membuat banyak pihak mengarah pada isu Islamisasi di negara ini.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement