Ketum PP Muhammadiyah: Saatnya Bersatu Hilangkan 01 dan 02

Kuntadi, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 00:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 05 605 2051858 ketum-pp-muhammadiyah-saatnya-bersatu-hilangkan-01-dan-02-OvwIPZbK9l.jpg ilustrasi

KULONPROGO – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak masyarakat untuk tidak terpecah, hanya karena hasil pemilu dan pilpres yang dilaksanakan serentak 17 April lalu. Masyarakat harus kembali bersatu, dan seluruh tahapan proses pemilu harus dilaksanakan dengan konstitusional.

“Terbelahnya masyarakat cukup sampai pilihan 17 April. Setelah itu tidak boleh ada lagi nomor 01 dan 02. Semuanya adalah rakyat Indonesia,” kata Haedar Nashir, pada peresmpian masjid AR Fakhrudin dan laounching pondok pesantren lansia yang ada di Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kulonprogo, Minggu (5/5/2019).

Sejak awal, kata Haedar, Muhammadiyah sudah memiliki sikap untuk selalu menggunakan dasar konstitusional dalam semua tahapan. Sehingga saat ini merupakan saat yang paling tepat untuk mengawal hasil pemilu yang akan diumumkan pada 22 April mendatang.

(Baca Juga: Ditelepon PM Inggris, Jokowi Dapat Selamat Atas Suksesnya Pemilu 2019)

Bagi pemenang, pesannya, agar tidak jumawa dan sombong dengan hasil yang diperoleh. Begitu juga dengan yang kalah harus bisa menerima dan tidak marah. Namun KPU juga harus mampu menjalankan tugasnya secara adil, dan profesional.

“Kalau KPU mampu menjalankan tugas dengan adil dan sebaik-baiknya dan profesonal, semua pihak akan terima,” kata Haedar.

Jika ada sengketa akan hasil, imbuhnya, harus bisa diselesaikan dengan jalur konstitusional. Yani dengan mengajkan gugatan secara hukum. Hal itu juga harus dilakukan dengan melakukan pengaduan ke Bawaslu dan melakukan pengaduan ke Mahkamah Konstitusi.

“Mari kita selamatkan Indonesia demi kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini