Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Pemindahan Ibu Kota, Fahri Hamzah: Kalau Digocek Terlalu Jauh Ngeri-Ngeri Sedap

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Senin, 06 Mei 2019 |21:38 WIB
Soal Pemindahan Ibu Kota, Fahri Hamzah: Kalau Digocek Terlalu Jauh Ngeri-Ngeri Sedap
Fahri Hamzah
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, pemerintah sengaja melempar wacana pemindahan ibu kota ke luar Jawa ke publik menjelang akhir penghitungan suara di Pilpres 2019.

Menurut dia, wacana tersebut tak perlu terlalu ditanggapi lantaran masyarakat juga harus fokus mengawal rekapitulasi suara yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei 2019 mendatang.

"Tapi ini kan Presiden baru lempar bola ya, mau digocek-gocek terlalu jauh rada rada ngeri-ngeri sedap juga ini. Karena ini kan orang lagi menjelang proses akhir Pemilu pilpres kita kan, akan ada pengumuman KPU tanggal 22 (Mei)," kata Fahri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/5/2019).

(Baca Juga: Fahri Hamzah Usul Ibu Kota Dipindahkan ke Kepulauan Seribu)

Fahri pun mengajak semua pihak untuk fokus mengawal rekaputulasi suara dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Apalagi, sambung dia, pertemuan buka bersama antara Presiden Joko Widodo dengan petinggi lembaga negara hanya sebatas pertemuan informal.

"Itu harus kita pegang dulu. Jangan ke mana-mana. Saya kira tadi pertemuan informal," tandasnya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah mengusulkan agar pemindahan ibu kota tidak dilakukan ke luar Pulau Jawa. Ia ingin pemerintah menggunakan konsep maritim tentang pemindahan pusat pemerintahan ini dengan memindahkan ibu kota ke Kepulauan Seribu.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement