nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Hina Ijtima Ulama III, Pecandu Narkoba Ini Ditangkap Polisi

Ade Putra, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 18:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 06 340 2052126 diduga-hina-ijtima-ulama-iii-pecandu-narkoba-ini-ditangkap-polisi-5wRDotnKQW.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

PONTIANAK - Seorang pria berinisial EM tak berkutik saat massa menjemput dan membawanya ke Polresta Pontianak, Sabtu (4/5/2019) malam. Pria 32 tahun ini membuat massa berang, karena ulahnya yang diduga melakukan ujaran kebencian melalui akun media sosial facebook (FB).

Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir menuturkan, kasus ini berawal dari adanya postingan di FB dengan menggunakan akun bernama GV.

"Yang mana pemilik akunnya, Em, telah kita amankan. Pelaku membuat postingan sebanyak empat kali. Pada 28 Januari, 16 Februari, 23 Februari dan 1 Mei 2019. Hampir rata-rata postingannya itu antara jam 9 malam dan jam 11 sampai jam 12 di empat tempo waktu postingan itu," terang Anwar kepada wartawan.

Dari hasil analisa kepolisian, kata Anwar, isi dari postingan-postingan pelaku ada termuat ujaran kebencian terhadap pentolan FPI Rizieq Shihab dan Ijtima Ulama III, yang rawan menjurus ke SARA. Sehingga akibat postigan itu memunculkan amarah dari beberapa kelompok warga.

"Mereka sempat mendatangi rumah pelaku di Jalan Tanjung Raya II, Kecamatan Pontianak Timur," jelasnya.

 sd

Tak hanya itu massa juga ikut mengawal pelaku ke Polresta Pontianak. Kedatangan mereka di Polresta, kata Kapolresta, untuk mengawal dan melaporkan pelaku ke Mapolresta Pontianak.

"Saat ini laporannya sudah kita terima, dan kita tindak lanjuti. Yang bersangkutan kita kenakan pasal 28 Undang-undang ITE, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara," tegasnya.

Ia mengungkapkan, dari hasil interogasi sementara, pelaku mengaku empat tahun terakhir sudah menggunakan narkotika jenis sabu.

"Setelah kita lakukan pengecekan, tadi pagi lewat tes urin dan hasilnya positif," jelasnya.

Sehingga kata Anwar, kemungkinan dalam membuat postingan itu, pelaku diduga terbawa halusinasi.

"Kemungkinan pelaku dalam membuat postingannya hampir selalu terbawa halusinasi akibat mengkonsumsi sabu. Ini yang menjadi rawan. Jarena ini juga yang menjadikan pemicu pelaku melakukan ujaran kebencian," tuturnya.

 sd

Ia melanjutkan, dari hasil penyelidikan sementara, motif pelaku membuat postingan yang bernada ujaran kebencian tersebut karena ikut-ikutan teman-temannya.

"Jadi postingan memang cukup banyak di media sosial. Nah, yang bersangkutan mengatakan bahwa saya ikut-ikutan dengan teman-teman yang lain. Merasa mungkin emosi juga karena selalu menggunakan sabu dan sempat minum minuman keras (arak, red). Sehingga di luar kontrol pelaku," lanjutnya.

Selain dijerat UU ITE, pelaku bakal diproses hukum terkait dengan penyalahgunaan narkotika.

"Saat ini sedang kita lakukan pengembangan penyelidikannya karena yang bersangkutan mengaku membeli dari seseorang" tuturnya.

Khusus pidana narkoba, pelaku dikenakan pasal 27 UU Narkotika dengan ancaman hukuman empat tahun. "Jadi pasal berlapis dari UU ITE enam tahun dan narkoba empat tahun," tegasnya.

Bercermin dari kasus ini, Anwar mengimbau kepada masyarakat dan para netizen untuk menjaga jempolnya.

"Hati-hati membuat postingan. Fillter dan cermati betul, jangan sampai menjadi pemicu. Apalagi dalam keadaan pengaruh minuman keras atau narkoba. Sangat rawan. Karena orang tidak tahu bahwa yang bersangkutan terpengaruh hal-hal yang di luar kesadaran. Sehingga pesan kami, harus jaga betul dalam bermedia sosial," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini