"Kalau misalnya ada, ini pelajaran baru yang aneh," ungkapnya.

Dengan adanya Ijtima Ulama ini juga, dirinya khawatir akan memicu adanya politik jalanan dan mengajak provokasi.
"Jika memang curang harus dibuktikan agar bisa lihat. Jangan asal tuduh. Nanti rakyat yang menderita. Jangan mau rakyat dibodoh-bodohi. Harua dicerdaskan," tutupnya.
Untuk diketahui, Ijtima Ulama dilakukan pada tanggal 1 Mei untuk menyikapi pemilu serentak pasca pemungutan suara. dalam ijtima tersebut merekomendasikan untuk mendiskualifikasi Jokowi- Maruf Amin lantaran diduga adanya kecurangan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.