Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prediksi Akan Ada Serangan ke Kantor KPU dan Bawaslu, Panglima TNI: Siap Antisipasi

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Selasa, 07 Mei 2019 |16:10 WIB
Prediksi Akan Ada Serangan ke Kantor KPU dan Bawaslu, Panglima TNI: Siap Antisipasi
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto memprediksi adanya pihak yang keberatan dari hasil Pemilu yang akan dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dikarenakan tidak terima dengan hasil dari penyelenggara Pemilu, Hadi pun mendeteksi akan adanya sebuah gerakan massa sebagai bentuk unjuk rasa, dan bahkan hingga melakukan penyerangan ke kantor KPU dan Bawaslu.

 Baca juga: Evaluasi Pemilu 2019 di Raker DPD, Mendagri: Pemerintah Tak Pernah Intervensi Kewenangan KPU

"Setelah pelaksanaan Pemilu serentak, kami prediksi dapat muncul keberatan terhadap hasil penetapan oleh KPU, dan hal ini dilihat dari indikasi perkembangan ketidakpuasan atas proses yang sedang berjalan," ujar Hadi di di Ruang GBHN Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/5/2019).

 KPU

Apalagi, lanjutnya, banyak yang mengutarakan terjadinya kecurangan. Walaupun, pihak penyelenggara Pemilu mengatakan tidak terjadi kecurangan.

 Baca juga: PDIP Dominasi Kursi DPRD Kota Malang

“Akibat dari keberatan tersebut dapat terjadi aksi melaksanakan unjuk rasa bahkan penyerangan kantor-kantor penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu dan lain sebagainya yang kami prediksi," paparnya.

Marsekal Hadi Tjahjanto juga memprediksi adanya peningkatan penyebaran berita hoaks atau bohong yang terjadi di media sosial. Maka dari itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi.

 Baca juga: Petugas KPPS di Depok Kembali Meninggal, Total Empat Orang

"Bagian masyarakat kita memiliki sifat yang mudah terprovokasi dan mudah berubah menjadi amuk. Sebab ini yang dimanfaatkan dalam aktor tersebut untuk berbagai kemungkinan perkembangan situasi tersebut," terang Hadi.

"TNI telah mengambil langkah-langkah antisipasi, antara lain melaksanakan pengumpulan data, dan pernyataan terkait adanya kerawanan dan konflik, maupun indikasi penggerak massa di masing-masing wilayah," tutupnya.

(Fakhri Rezy)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement