nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Dalami Keterlibatan Wanita Terkait Kaburnya 30 Tahanan Polresta Palembang

Melly Puspita, Jurnalis · Selasa 07 Mei 2019 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 07 610 2052651 polisi-dalami-keterlibatan-wanita-terkait-kaburnya-30-tahanan-polresta-palembang-qldjxtFkQF.jpg Foto Istimewa

PALEMBANG - 30 orang tahanan yang berada di sel narkoba berhasil melarikan diri dengan menjebol ventilasi kamar mandi yang telah digergaji, pada Minggu 5 Mei 2019 dini hari. Setelah berhasil merusak ventilasi, tahanan yang kabur membuka pintu utama tiga sel tahanan lainnya.

Polisi resort kota (Polresta) Palembang sedang mendalami keterlibatan seorang wanita yang merupakan salah satu istri dari tahanan yang kabur.

"Saat ini kita sedang lakukan pendalaman. Informasi awal itu benar, tapi masih kita dalami sejauh mana keterlibatan (istri tahanan). Semua akan kita kenakan pasal 406, 170 atau 223 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun," ucap Kapolresta Palembang, Kombes Didi Hayamansyah.

 (Baca juga: 8 Tahanan Polresta Palembang yang Kabur Kembali Ditangkap, 22 Lainnya Buron)

Masih dikatakan Didi, yang menjadi otak kaburnya 30 tahanan tersebut yakni Iwan alias Oge dan Fahmi tersangka yang ditangkap karena menjadi bandar narkoba. Dugaan sementara gergaji yang digunakan untuk menjebol ventilasi di dapa oleh istri salah satu tahanan itu.

"Kita sedang dalami soal itu. Kita terus mengejar ke mana pun para tahanan tersebut melarikan diri," lanjut Didi.

“Kita buat tim sesuai dengan perintah Polda. Mudah-mudahan sisanya 22 masih bisa kita bawa kembali ke Mapolresta Palembang, ke depan akan kita lakukan optimalisasi terhadap penjagaan dan akan terus kita dalami kasus ini, karena dari penjagaan yang kami lakukan tidak mungkin tahanan bisa kabur,” tegas Didi kembali.

Hingga saat ini, tim khusus yang dibentuk baru berhasil menangkap 8 orang dari 30 orang tahanan yang kabur. Selain mendalami keterlibatan pihak luar, Polresta Palembang juga memeriksa anggota polisi yang berjaga pada saat itu karena ada indikasi kelalaian dalam bertugas.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini