Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Keerom, @Wadomu Art Ajak Wisatawan Go Green

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Rabu, 08 Mei 2019 |08:59 WIB
Di Keerom, @Wadomu Art Ajak Wisatawan <i>Go Green</i>
Foto: dok Kemenpar
A
A
A

“Value sebuah benda akan berubah naik bila sudah mendapatkan treatment, diantaranya seni. Apa yang ditampilkan oleh @Wadomu Art bisa menjadi rujukan. Selain manfaat ekonomi, di situ juga ada misi lingkungan yang mulia. Bila limbah dimanfaatkan ulang, otomatis beban lingkungan berkurang,” terang Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

Selain pinang, @Wadomu Art juga memanfaatkan sampah kelapa. Dikembangkan dari kelapa hibrida, limbah ini diolah menjadi souvenir unik. Bentuknya menyerupai wajah lengkap dengan mata, hidung, mulut, dan asesoris etnis di kepalanya. Produk souvenir limbah kelapa dihargai minimal Rp50 Ribu per pax. Lebih lanjut, mereka juga mengembangkan penjepit rambut dari sisa pipa pvc.

Bentuknya unik dengan motif Burung Cenderawasih. Motifnya diberi warna cerah dan dikombinasikan dengan tusuk berhias sirkam bambu. Menariknya rantai tusuk dan sirkan bambu tidak disambun. Tapi, memakai bambu utuh. Memanfaatkan bahan alam, ada juga penjepit rambut dengan hiasan buah pinang dan sirih. Varian ini dilengkapi sirkam bambu.

Teknik ini juga digunakan dalam souvenir Sisir Rantai-Motif Patung. Karya tersebut dibuat dari bahan baku utama bambu dan limbah kelapa hibrida. Bambu yang digunakan jenis Cina atau Petung dengan karakter tebal. Menariknya, rantai bambu juga dibuat tanpa sambungan. Teknik rumitnya pun membuat karya Sisir Rantai-Motif Patung dihargai Rp300 Ribu per pax.

“Karya kreatif dari @Wadomu Art sangat layak menjadi cenderamata terbaik. Semuanya itu dikerjakan secara tradisional dengan teknik tinggi. Membuat rantai dengan bambu tanpa sambungan tentu tidaklah mudah. Inilah keunikannya,” ungkap Ricky lagi.

Selain produk tersebut, @Wadomu Art juga menyediakan gantungan kunci pinang atau sirih. Harga dari item tersebut Rp20 Ribu hingga Rp25 Ribu. Meneruskan tradisi Papua, mereka juga menawarkan Noken. Varian Noken terdiri dari rajutan dan anyaman. Keduanya dikembangkan dari kulit pohon melinjo. Bagi Noken rajutan, maka yang diambil seratnya. Kulit akan dipotong tipis untuk membuat Noken anyaman.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement