SEJUMLAH pihak mengkritik Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, terkait keputusan Komisi Pemilihan Umum menggelar ulang pemilihan kepala daerah Istanbul setelah kandidat dari kubu oposisi mengalahkan kandidat dari Partai AK pimpinan Erdogan.
Kritikan itu antara lain disampaikan oleh Uni Eropa yang menyerukan kepada penyelenggara pemilu Turki untuk menjelaskan keputusannya tanpa "ditunda-tunda lagi".
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan keputusan untuk mengulang pilkada pada Juni mendatang tidak transparan dan "tidak dapat dipahami".
Erdogan juga dikritik oleh pemerintah Prancis dan anggota Parlemen Eropa dari Belgia, Guy Verhofstadt, yang mengatakan Turki "bergerak menuju kediktatoran".
Namun Presiden Erdogan mengatakan keputusan tersebut tepat.
