nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNN Bakar 18,5 Kg Sabu & Ribuan Pil Ekstasi

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 20:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 08 608 2053132 bnn-bakar-18-5-kg-sabu-ribuan-pil-ekstasi-hRuNos0LdV.jpeg Foto: Okezone

MEDAN – Badan Narotika Nasional (BNN) Republik Indonesia melakukan pemusnahan terhadap 18,5 kilogram narkoba jenis sabu, dan 1.857 butir pil ekstasi serta 312 butir pil happy five.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mobil incinerator yang berlokasi di halaman depan Kantor BNN Provinsi Sumatera Utara, Jalan BPOM, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (8/5/2019).

Hadir dalam pemusnahan itu, perwakilan dari Polda Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi Sumut dan juga Pengadilan Tinggi Medan, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Atrial menyebutkan, barang bukti narkoba yang mereka musnahkan ini, merupakan bahagian besar barang bukti dua kasus yang berbeda yang berhasil mereka ungkap.

 sd

Penindakan pertama dilakukan pada 5 April 2019 lalu dengan tersangka Sabaruddin Lubis (38), Zulhadi Harahap (49) dan Erwinsyah (39). Dari ketiga tersangka disita barang bukti sabusabu seberat 10 kilogram.

Lalu pada kasus kedua, pada 13 April 2019, saat itu BNN Sumut berhasil mengungkap kasus peredaran sabu Internasional Indonesia-Malaysia, yang dikendalikan Khairul Arifin Hasibuan, narapidana di Lapas Tanjung Gusta Medan, yang dihukum delapan tahun penjara atas kasus yang serupa.

Dari Khairul BNN melakukan pengembangan dan berhasil menangkap sebanyak empat kurirnya. Yakni Iyan (27), Said Zulham (43), Sangkot Hairot (38) dan Pebriadi Juhri (29). Khairul Cs ditangkap dengan barang bukti 9 kilogram sabu, 1.900 butir pil ekstasi dan 330 butir pil happy five.

“Jadi dalam dua kasus tersebut total ada delapan orang tersangka,” kata Brigjen Atrial.

Atrial menyebutkan, kedelapan orang tersangka itu akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) jo Pasar 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman hukuman maksimalnya mati,” tandasnya.

 s

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini