nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Direktur PT Java Trade Utama Diperiksa KPK Terkait Korupsi E-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 10:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 09 337 2053405 mantan-direktur-pt-java-trade-utama-diperiksa-kpk-terkait-korupsi-e-ktp-flesgBY1o9.jpg Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan direktur PT Java Trade Utama, Johanes Richard Tanjaya, terkait kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el/e-KTP).

Johanes akan diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk proses penyidikan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Markus Nari (MN).

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

(Baca juga: KPK Sita Mobil Land Cruiser Diduga Milik Politikus Golkar Markus Nari)

Selain Johanes, penyidik lembaga antirasuah juga memanggil mantan karyawan PT Java Trade, Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby. Ia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk Markus Nari.

Ilustrasi korupsi. (Foto: Okezone)

Sejauh ini KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Mereka adalah Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, dan Markus Nari.

(Baca juga: KPK Periksa Mantan Mendagri Gamawan Fauzi)

Saat ini tinggal Markus Nari yang masih proses penyidikan KPK. Sementara tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah korupsi proyek e-KTP secara bersama-sama dengan pidana masing-masing yang berbeda.‎

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini