Habibie Minta Publik Sabar Tunggu KPU Umumkan Presiden Terpilih

Antara, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 23:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 09 605 2053759 habibie-minta-publik-sabar-tunggu-kpu-umumkan-presiden-terpilih-ynWjWurM0A.jpg Mantan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Presiden ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie meminta semua pihak menunggu keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengetahui Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 2019.

Pada acara buka bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), di Jakarta, Kamis (9/5/2019), Habibie mengatakan bahwa pihak luar kerap bertanya kepada dirinya tentang pemenang Pilpres 2019.

"Saya kemarin terima duta besar dari Uni Emirat Arab, pertanyaan pertama adalah, Pak, siapa yang menang, nomor 1 atau nomor 2," ujar Habibie, dikutip dari Antaranews.

Ia menyesalkan bahwa banyak pihak yang kebingungan akibat adanya saling klaim bahwa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tertentu telah memenangi Pilpres 2019.

Mantan Menristek era kepemimpinan almarhum Soeharto itu khawatir bahwa pihak yang kalah nantinya akan melakukan perlawanan dengan cara inkonstitusional. "Itu yang kalah, tidak terima, dia berontak," katanya.

Habibie lebih lanjut mengimbau semua pihak mengikuti mekanisme yang berlaku jika merasa dirugikan dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Dia menambahkan bahwa mekanisme penyelesaian sengketa pemilu sejatinya sudah ditetapkan dalam Undang-undang dan bagi pihak-pihak yang tidak puas dengan aturan tersebut dapat mengajukan usulan perubahan Undang-undang sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Kita ada mekanismenya, kalau Anda mau mengubah mekanismenya silakan ubah, tapi ada peraturannya cara mengubah," kata Habibie menegaskan.

Ilustrasi Pemilu

Dirinya juga meminta agar semua pihak tidak dengan mudah membawa nama Tuhan demi kepentingan kelompoknya. "Tidak ada segelintir memerjuangkan, memanfaatkan atas nama Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT untuk memerjuangkan kepentingan dirinya atau grupnya," ucap dia.

Habibie berharap setelah KPU mengumumkan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019 mendatang, masyarakat dapat kembali bekerja normal untuk kemajuan bangsa dengan memberikan karya-karya nyata.

"Karena ini kalau sudah ditentukan siapa yang menang sesuai Undang-undang, maka bangsa Indonesia akan konsentrasi pada mengisi kebebasan kemerdekaan itu dengan karya-karya nyata dan di belakangnya implisit adalah semua produk yang kita miliki harus kita produksi sendiri berarti lapangan kerja," katanya menandaskan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini