Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menderita Luka Bakar 80 Persen, Bocah 4 Tahun Butuh Uluran Tangan

Azhari Sultan , Jurnalis-Jum'at, 10 Mei 2019 |03:52 WIB
Menderita Luka Bakar 80 Persen, Bocah 4 Tahun Butuh Uluran Tangan
Agung, bocah 4 tahun korban luka bakar serius di Jambi (Foto: Azhari Sultan/Okezone)
A
A
A

JAMBI - Agung, bocah berusia 4 tahun, warga Desa Sungai Bertam, RT 03, Kabupaten Muarojambi, Jambi biasanya bermain penuh ceria dengan teman sejawatnya. Namun kini, nasib malang membuat tubuhnya tak berdaya dan memaksanya terbaring lemas di ruang ICU Rumah Sakit Erni Medika, di kawasan Talangbakung, Kota Jambi.

Betapa tidak, putra pasangan Kasimin dan Legiati itu menderita luka bakar serius hingga mencapai 80 persen di sekujur tubuhnya. Legiati, ibunda Agung tidak mengira anaknya bakal mengalami luka bakar segitu parahnya yang terjadi pada Sabtu lalu. Saat itu, ayah Agung, Kasimin sedang menghidupkan lampu togok di rumahnya.

Namun, beberapa kali dihidupkan lampu togok itu tetap saja tidak menyala. Kasimin mengira minyaknya habis sehingga diisi ulang. Alangkah terkejutnya dia, mendadak api di lampu togok tersebut menyambar Agung.

"Lampunya mati dikira bapaknya minyaknya kurang jadi minyaknya ditambah, kok langsung nyambar anak," ungkap Legiati, Kamis, 9 Mei 2019 kemarin.

Kepanikan mulai terjadi saat api kian menjalar ke tubuh Agung. Sontak ibu korban berteriak minta tolong dan berlari mencari pertolongan. "Teriak-teriak minta tolong, muka dan seluruh badan terbakar, dan lari keluar semuanya kena (api), jadi abangnya kena bakar, termasuk bapaknya juga," ucap Legiati.

Sebelum dirawat di RS Erni Medika, Agung terlebih dulu dibawa ke RS Abdul Manap. Namun di sana tak kunjung mendapat ruang ICU untuk dirawat.

"Di Abdul Manap sampai jam 04.00 pagi tak ada ruangan, dan terakhir kita mendapatkan ruangan di rumah sakit ini (RS Erni Medika). Walau biayanya agak besar di sini, tapi demi kesembuhan Agung ndak apa lah," kata dia.

Agung sempat dioperasi lantaran terlalu banyak menghirup asap hingga masuk ke paru-parunya. "Saat ini Agung dibius total, untuk biaya Agung ruang kamar ICU Rp3 juta setiap harinya," ujarnya lirih.

Dia mengaku sudah mempunyai Kartu BPJS Kesehatan, namun sayang tak mampu membayar iuran bulanan sehingga mengakibatkan Kartu BPJS yang dimilikinya tak lagi aktif. Dirinya berharap uluran tangan dari para dermawan demi membantu biaya pengobatan putra keduanya itu.

Sementara itu, Siti Aisyah, salah satu relawan pengumpul donasi untuk biaya perawatan Agung masih terus berusaha mengumpulkan dana.

"Kita hanya berharap uluran tangan para dermawan. Kita kan mencoba membantu keluarga Ibu Legiati untuk mengumpulkan donasi. Saat ini mencapai Rp25 juta lebih, dan sudah saya serahkan lngsung kepada Ibu Eva karena Ibu Eva yang dari awal mengurus Ibu Legiati," kata Siti.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement