“Sumberdaya manusia pertanian merupakan modal pembangunan yang penting. Kewirausahaan petani muda di pedesaan harus didorong karena minat generasi muda terhadap sektor pertanian saat ini menurun," tegasnya.
Indonesia berpendapat bahwa pengetahuan dan keterampilan generasi muda pertanian perlu ditingkatkan. Peningkatan pengetahuan dan teknologi dikhususkan pada petani skala kecil dan generasi muda.
"Generasi milenial demikian tertarik dengan internet dan teknologi informasi. Maka, kita dapat gunakan digitalisasi untuk menarik mereka kembali ke sector pertanian," kata Amran.
Selanjutnya, dalam breakout session Amran pun menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) bersamaan dengan tantangan kelaparan dan perubahan iklim yang dihadapi negara-negara di dunia. Karena itu, Indonesia telah memenetapkan Rencana Aksi Nasional yang berisi program-program 5 tahun ke depan terkait aktivitas pendukung pencapaian tujuan SDGs di tahun 2030 yang dituangkan dalam Road Map.
“Kami membuat program khusus yang modern, holistik dan inovatif dengan beberapa terobosan revolusioner. Dari sinilah pendapatan nasional kami naik 34,3 persen," sebutnya.
Lebih lanjut Amran membeberkan capaian lain pembangunan pertanian yang membanggakan yakni investasi asing dalam bentuk Foreign Direct Investment meningkat dramatis hingga 110 persen dan ekspor pertanian pun naik 29,7 persen, sehingga inflasi pangan turun 8 persen.