Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta Pemerintah dan terkhusus pihak Yayasan untuk melihat kondisi ini. Diakuinya, sudah beberapa kali telah dilakukan pertemuan antara pihak Yayasan, sekolah dan pemilik ulayat atas persoalan tersebut, namun tuntutan membayar Rp1.5 Miliar tersebut urung diselesaikan hingga kembali terjadi pemalangan.
"Kami minta ini segera diselesaikan. Kasihan anak-anak ini. Kepala Yayasan dan Pemerintah bisa melihat ini. Tolong bantu anak-anak kami memperoleh haknya dengan baik," ungkapnya sedih.
Untuk menggugah pihak Pemerintah dan Yayasan, esok pagi pihaknya berencana akan menggelar ujian di jalan utama masuk yayasan ini.
"Besok jam 8, kami akan bawa anak-anak untuk ulangan ke jalan. Supaya pemerintah dan utamanya yayasan bisa melihat kondisi yang kami alami," katanya.

(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.