Banyak Suara Hilang di Bangkalan, Sejumlah Caleg "Gerutu"

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 19:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 13 606 2055205 banyak-suara-hilang-di-bangkalan-sejumlah-caleg-gerutu-Ejw1M9ATIg.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BANGKALAN - Rapat pleno terakhir rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 di Jawa Timur yang sempat diskor karena memanas pada Jumat 10 Mei 2019 malam kemarin, hingga saat ini belum ada kepastian kapan akan dilanjutkan kembali.

Pihak-pihak yang merasa dirugikan karena puluhan ribu suaranya hilang masih melakukan protes keras terhadap pihak-pihak yang secara sengaja dan terencana memainkan praktik kotor ini.

Calon legislatif DPR RI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zaini Rahman misalnya, dia mengaku suaranya hilang lima ribuan lebih.

(Baca Juga: Wanita Muda Ini Jadi Petugas KPPS ke-14 yang Meninggal di Riau

Zaini memberi contoh di enam kecamatan di Bangkalan. Di Kecamatan Kamal, dia mengaku memperoleh 1.961 suara; Konang 1.676 suara; Arosbaya 756 suara; Socah 456 suara; Labang 487 suara; dan Kecamatan Blega memperoleh 367 suara. Total suara di enam kecamatan itu sebanyak 5.703 suara.

Data perolehan suara itu, papar Zaini, berdasarkan Form C1, DAA1-Plano, dan DA1. "Namun, angka itu tiba-tiba ada yang berkurang bahkan raib di DB1 hasil rekapitulasi KPUD Kabupaten Bangkalan," kata Zaini, Senin (13/5/2019).

Di data DB1, lanjut Zaini, perolehan suaranya berkurang signifikan di enam kecamatan tersebut. Di Kecamatan Kamal 5 suara; Konang 12 suara; Arosbaya 0 suara; Socah 6 suara; Labang 7 suara; dan Kecamatan Blega 0 suara. Total suara di enam kecamatan itu tersisa hanya 30 suara.

Zaini pun sudah melaporkan kasus ini ke Bawaslu Jawa Timur namun tidak direspons. "Saya sudah lapor ke Bawaslu jawa timur dan minta agar KPUD Jatim mencocokan data DB1 KPUD Bangkalan dengan data DAA plano di pleno KPU Jatim, tapi diabaikan dalam arti KPUD Jatim gak mau membuka DAA plano. Ini kacau dan brutal," ujar Zaini.

Ilustrasi 

Zaini semakin yakin adanya persekongkolan jahat dari penyelenggara pemilu dalam hal ini KPUD Bangkalan untuk menguntungkan caleg tertentu. "Kalau melihat perbedaan data antara DA1 dan C1 yang saya miliki dengan DB1 berarti hilangnya suara saya terjadi di rekap KPUD bangkalan. Ini ada yang bermain, ada yang bersekongkol," katanya.

(Baca Juga: Rekapitulasi KPU: Suara PDIP di Yogyakarta Tertinggi, PKPI Paling Buncit

Zaini menegaskan akan menempuh segala upaya yang disediakan UU sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Saya akan kawal proses ini sampai ke MK karena saya punya bukti-bukti, ini menyangkut hak politik dan hak konstitusional saya dan para pemilih saya," katanya.

Senada dengan Zaini, Calon legislatif DPR RI dari partai Gerindra, Nizar Zahro juga melayangkan protes keras kepada KPUD dan Bawaslu. Menurutnya, penyelenggara sangat telanjang mempertontonkan kecurangan.

"Malam itu saya menjadi saksi fakta dan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana ada dua DA 1 disandingkan di Kecamatan Batumarmar dan Kecamatan Waru di DPRD provinsi direstui oleh Bawaslu dan komisioner (KPU)," kata Nizar dalam protesnya.

Nizar sendiri mengaku partainya kehilangan suara sekitar 36 ribu di kabupaten Bangkalan. Padahal, data di DA 1 milik Partai Gerindra berada di angka sekitar 520 ribu.

Nizar menegaskan pihaknya akan memperjuangkan sampai proses ini betul-betul clear dan terbuka. "Di forum rekap ini, apapun hasilnya apapun yang kita perjuangkan, Partai Gerindra ingin membuka apa yang terjadi sesungguhnya," kata Nizar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini