nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Swedia Buka Kembali Penyelidikan Kasus Perkosaan Terhadap Pendiri Wikileaks

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 14:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 14 18 2055535 swedia-buka-kembali-penyelidikan-kasus-perkosaan-terhadap-pendiri-wikileaks-wFip36dDpF.jpg Julian Assange. (Foto: Reuters)

STOCKHOLM – Jaksa Swedia pada Senin mengatakan bahwa mereka telah membuka kembali penyelidikan kasus perkosaan tahun 2010 yang melibatkan pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Dengan membuka kembali kasus tersebut, jaksa berharap dapat mengadili pria berusia 47 tahun itu sebelum undang-undang pembatasan (statutes of limitations)kadaluwarsa pada 2020.

Assange mengklaim tuduhan Swedia itu sebagai dalih untuk memindahkannya ke Amerika Serikat (AS), di mana ia khawatir akan dituntut atas pembocoran jutaan dokumen rahasia oleh WikiLeaks.

"Saya hari ini memutuskan untuk membuka kembali penyelidikan ... Masih ada alasan yang memungkinkan untuk mencurigai bahwa Assange melakukan pemerkosaan," kata Wakil Direktur Penuntutan Publik, Eva-Marie Persson kepada wartawan sebagaimana dilansir AFP, Selasa (14/5/2019).

"Keputusan sebelumnya (pada Mei 2017) untuk menutup penyelidikan tidak didasarkan pada kesulitan yang terkait dengan bukti, tetapi pada kesulitan yang menghalangi penyelidikan."

Whistleblower asal Australia itu bersembunyi di kedutaan Ekuador di London selama tujuh tahun untuk menghindari perintah ekstradisi Inggris ke Swedia. Dia ditangkap pada 11 April setelah Ekuador menyerahkannya kepada Pemerintah Inggris.

Pada 1 Mei, Pengadilan London menjatuhkan hukuman menghukumnya hingga 50 pekan di penjara karena melanggar undang-undang Inggris.

Sekarang Assange telah meninggalkan kedutaan Ekuador, "Saya berpendapat bahwa kondisinya ada sekali lagi untuk mengejar kasus ini," kata jaksa penuntut Swedia.

Persson mengatakan bahwa dia berharap Assange dapat diinterogasi lagi, menambahkan bahwa dia akan meminta pengadilan Swedia untuk mengembalikannya ke tahanan in absentia, dan bahwa surat perintah penangkapan Eropa akan dikeluarkan.

Pengacara Assange di Swedia, Per E Samuelson, mengatakan Swedia "mempermalukan dirinya sendiri" dengan membuka kembali kasus yang sudah berumur satu dekade.

"Saya sama sekali tidak khawatir tentang masalah rasa bersalah," katanya kepada televisi Swedia.

Kasus perkosaan itu bermula pada Agustus 2010. Korban mengatakan bahwa dia bertemu Assange di konferensi Wikileaks di Stockholm dan menuduhnya berhubungan seks dengannya saat dia tertidur, tanpa menggunakan kondom meski korban berulangkali menolak melakukan seks tanpa proteksi.

Assange selalu membantah tuduhan itu.

Penyelidikan kasus itu dihentikan pada 2017 setelah penyelidik tidak lagi dapat menghubungi Assange yang sudah berlindung di kedutaan Ekuador di London pada 2012. Meski begitu kemungkinan dibukanya kembali kasus itu tetap dipertahankan.

Statuta limitasi tuduhan perkosaan tersebut berakhir pada 17 Agustus 2020. Jika proses hukum berlarut-larut melewati tanggal tersebut, maka kasus itu harus ditutup.

Pada 2015, jaksa Swedia telah menutup penyelidikan kekerasan seksual terpisah terhadap Assange, yang diajukan oleh wanita lain, setelah statuta limitasi selama lima tahun berakhir.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini