nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran Resmi Hentikan Sebagian Komitmen Kesepakatan Program Nuklirnya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 15 18 2056128 iran-resmi-hentikan-sebagian-komitmen-kesepakatan-program-nuklirnya-NrsoCUfivH.jpg Foto: Reuters.

TEHERAN – Iran telah secara resmi menghentikan sebagian komitmen di bawah perjanjian nuklir 2015 yang disetujuinya dengan kekuatan dunia menyusul perintah dari dewan keamanan nasionalnya. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat di badan tenaga atom Iran kepada ISNA pada Rabu.

Pekan lalu, Iran memberi tahu China, Prancis, Jerman, Rusia, dan Inggris mengenai keputusannya untuk menghentikan beberapa komitmen berdasarkan perjanjian nuklir. Langkah itu diambil setahun setelah Amerika Serikat secara sepihak menarik diri dari perjanjian itu dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.

Di bawah kesepakatan nuklir, Teheran diizinkan untuk memproduksi uranium yang diperkaya rendah dengan batas 300 kg, dan menghasilkan air berat dengan cadangan sekitar 130 ton. Teheran dapat mengirimkan jumlah produksi yang berlebih ke luar negeri untuk disimpan atau dijual.

Pejabat itu mengatakan bahwa mulai sekarang Iran tidak memiliki batasan untuk produksi uranium yang diperkaya dan air berat.

Diwartakan Reuters, Rabu (15/5/2019), langkah-langkah awal Iran tampaknya belum melanggar kesepakatan nuklir. Tetapi Iran telah memperingatkan bahwa kecuali kekuatan dunia melindungi ekonomi Iran dari sanksi AS dalam 60 hari, Iran akan mulai memperkaya uranium di tingkat yang lebih tinggi.

Uni Eropa dan menteri luar negeri dari Jerman, Prancis dan Inggris mengatakan mereka masih berkomitmen untuk kesepakatan itu tetapi tidak akan menerima ultimatum dari Teheran.

Kesepakatan itu juga membatasi tingkat kemurnian di mana Iran dapat memperkaya uranium sebesar 3,67 persen, jauh di bawah tingkat 90 persen yang dibutuhkan untuk membuat senjata. Itu juga jauh di bawah level 20 persen uranium yang diperkaya yang diproduksi Iran sebelum kesepakatan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada Selasa bahwa Teheran tidak ingin berperang dengan Amerika Serikat meskipun ketegangan meningkat antara dua musuh bebuyutan itu terkait kemampuan nuklir dan program misil Iran.

Khamenei juga mengatakan Teheran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat mengenai kesepakatan nuklir lainnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini