nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Dirut PT PILOG Terkait Suap Distribusi Pupuk

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 10:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 15 337 2055864 kpk-periksa-dirut-pt-pilog-terkait-suap-distribusi-pupuk-fX8aDTCREm.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto: Arie Dwi/Okezone)

JAKAR‎TA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Indonesia Logistic (PILOG), Ahmadi Hasan, pada hari ini. Ahmadi Hasan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Ahmadi Hasan akan digali keterangannya terkait kasus dugaan suap distribusi pupuk menggunakan kapal milik PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Dia akan diperiksa untuk tersangka Marketing Manajer PT HTK, Asty Winasti (AWI).

‎"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AWI," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Gedung KPK

Selain Ahmadi Hasan, KPK juga memanggil Direktur Administrasi dan Keuangan PT PILOG, Teguh‎ Hidayat Purbono; serta Marketing PT Humpuss Transportasi Kimia, Beny Widata. Keduanya juga akan diperiksa untuk Asty Winasti.

KPK sendiri sebelumnya telah menggeledah sejumlah ruang di Kantor PT Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya. KPK menyita sejumlah dokumen yang disinyalir berkaitan dengan perkara suap ini.

(Baca juga: Bowo Sidik Ngaku Dapat Fee Rp2 Miliar dari Mendag Enggartiasto, KPK Siap Dalami)

Sejauh ini, KPK telah tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT HTK.

Ketiganya yakni anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung serta Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Bowo disinyalir menerima suap karena telah membantu PT HTK agar kapal-kapal milik PT HTK digunakan kembali oleh PT PILOG)untuk m‎engangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT HTK, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT HTK maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

KPK sendiri telah menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks. 82 kardus serta dua boks tersebut berisi uang pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu dengan total Rp8 miliar yang sudah dimasukkan kedalam amplop berwarna putih.

(qlh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini