Namun, Sony mengaku tidak berminat untuk menjadi seorang menteri, mesti dirinya kerap mendukung berbagai kebijakan yang diambil pemerintahan Jokowi. Ia merasa sudah cukup senang menjalankan fungsinya sekarang dalam melakukan riset.
"Saya tidak tertarik menjadi menteri atau pejabat apa pun. Saya sudah cukup senang dengan kehidupan saya saat ini. Saya bisa melakukan riset terkait beragam isu publik, bisa berdiskusi dengan berbagai kalangan pengambil kebijakan, serta masih ada waktu bersama keluarga hingga beristirahat dengan santai di rumah," ujar Sony dalam keterangannya, Rabu (15/5/2019).
Sebagai Direktur lembaga analisa media sosial PoliticaWave, Sony memang kerap memprediksi terkait hasil hasil Pilpres, Pileg dan Pilkada di Indonesia. Sistem Algoritma PoliticaWave menganalisa percakapan di media sosial dan media online sejak 2012 hingga sekarang.
Namun, ia menekankan, siapa pun yang menjadi menteri Jokowi periode 2019-2024 harus siap mampu untuk kerja ekstra. Sebab, ritme kerja Jokowi akan lebih kencang dari periode sebelumnya.
"Kalau menjadi menteri di eranya Jokowi, apalagi di periode 2019-2024 mendatang, bersiaplah untuk kerja ekstra keras dan lembur tanpa batas waktu. Dan juga bersiaplah di komplain istri dan keluarga, karena akan mengikuti ritme kerja Pak Jokowi yang akan jauh lebih intens daripada periode sebelumnya," tuturnya.