nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sony Subrata: Menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Harus Kuat dan Enerjik!

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 20:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 15 337 2056186 sony-subrata-menteri-di-kabinet-jokowi-ma-ruf-harus-kuat-dan-enerjik-4ABbI8DtRj.jpg Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Proses rekapitulasi suara pemilihan presiden (Pilpres) 2019 masih berjalan, dan baru akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang. Namun, sejumlah nama menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi) 2019-2024 sudah berseliweran.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi sendiri memang sudah meyakini pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin akan meraih kemenangan di Pilpres 2019. Hal itu merujuk dari hasil real count KPU dan penghitungan suara di internal.

Dari sederet nama yang muncul, salah satunya Sony Subrata. Direktur lembaga analisa media sosial PoliticaWave disebut masuk radar sebagai calon Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di kabinet Jokowi Ma'ruf.

(Baca Juga: Rencana Jokowi Pilih Menteri dari Kaum Muda, Perindo Usung Putri Hary Tanoe)

Jokowi-Maruf Amin

Namun, Sony mengaku tidak berminat untuk menjadi seorang menteri, mesti dirinya kerap mendukung berbagai kebijakan yang diambil pemerintahan Jokowi. Ia merasa sudah cukup senang menjalankan fungsinya sekarang dalam melakukan riset.

"Saya tidak tertarik menjadi menteri atau pejabat apa pun. Saya sudah cukup senang dengan kehidupan saya saat ini. Saya bisa melakukan riset terkait beragam isu publik, bisa berdiskusi dengan berbagai kalangan pengambil kebijakan, serta masih ada waktu bersama keluarga hingga beristirahat dengan santai di rumah," ujar Sony dalam keterangannya, Rabu (15/5/2019).

Sebagai Direktur lembaga analisa media sosial PoliticaWave, Sony memang kerap memprediksi terkait hasil hasil Pilpres, Pileg dan Pilkada di Indonesia. Sistem Algoritma PoliticaWave menganalisa percakapan di media sosial dan media online sejak 2012 hingga sekarang.

Namun, ia menekankan, siapa pun yang menjadi menteri Jokowi periode 2019-2024 harus siap mampu untuk kerja ekstra. Sebab, ritme kerja Jokowi akan lebih kencang dari periode sebelumnya.

"Kalau menjadi menteri di eranya Jokowi, apalagi di periode 2019-2024 mendatang, bersiaplah untuk kerja ekstra keras dan lembur tanpa batas waktu. Dan juga bersiaplah di komplain istri dan keluarga, karena akan mengikuti ritme kerja Pak Jokowi yang akan jauh lebih intens daripada periode sebelumnya," tuturnya.

(Baca Juga: Jokowi: Menteri Boleh Umur 20-25, Biar yang Muda Belajar Kepemimpinan Negara)

Sony diketahui memiliki latar belakang pendidikan di bidang strategi komunikasi. Ia lulus dari University of New South Wales, Sydney, Australia. Ia senang berdiskusi dan bertukar pikiran dengan sejumlah aktivis, akademisi hingga petinggi lembaga pemerintahan untuk membahas masa depan Indonesia.

"Saya ini tipikal pekerja keras saat masih duduk di bangku kuliah. Tetapi yang saya perhatikan, Pak Jokowi ini kerjanya jauh lebih keras daripada saya. Indonesia perlu pemimpin dan sekaligus pelayan publik seperti Pak Jokowi," ujarnya.

Jokowi-Maruf Amin

Berbicara soal kedekatannya dengan Jokowi, ia mengaku banyak orang yang dekat dengan Jokowi. Bahkan, ia merasa tidak apa-apanya bila dibandingkan dengan yang lain. Begitu pula bila melihat nama calon menteri, tentu sangat banyak yang hebat-hebat.

"Apalagi, untuk posisi Menteri Komunikasi dan Informatika. Coba lihat kerja keras Pak Rudiantara. Saya enggak yakin ada banyak orang yang mau kerja keras seperti beliau. Saya sih jelas nggak sanggup. Cari orang lain saja," ucapnya.

(Baca Juga: BPIP Usul Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diisi Para Profesional)

Ia meyakini, Kabinet Jokowi-Ma'ruf akan diisi oleh sosok muda yang tangguh, enerjik dan tahan banting. Orang-orang muda seperti itulah yang memang dibutuhkan oleh Jokowi, bukan seperti dirinya.

"Usia saya saat ini lebih dari 50 tahun. Sudah lewat masa saya. Sekarang waktu yang tepat bagi anak-anak muda untuk duduk di kabinet demi masa depan Indonesia yang lebih cerah. Selain itu, saya berharap bisa melihat lebih banyak kaum perempuan duduk di Kabinet. Saya yakin kalau perempuan di Indonesia itu hebat-hebat dan bisa berkontribusi di bidang pelayanan publik secara strategis," katanya.

(Ari)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini