nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasatker SPAM Anggiat Nahot Didakwa Terima Suap Miliaran Rupiah

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 22:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 15 337 2056227 kasatker-spam-anggiat-nahot-didakwa-terima-suap-miliaran-rupiah-AIENqjJFGu.jpg ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Anggiat P Nahot Simaremare didakwa menerima suap dan gratifikasi miliaran rupiah terkait proyek SPAM.

Dakwaan itu dibacakan oleh jaksa penuntut pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang perdana dengan terdakwa Anggita P Nahot Simaremare di di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019)

Dalam perkara pertama, Anggiat didakwa oleh jaksa menerima suap sebesar Rp4,98 miliar dan USD5 ribu dari empat pengusaha yang merupakan satu keluarga.

Empat pengusaha tersebut yakni ‎Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE), Budi Suharto; Direktur Keuangan PT WKE, Lily Sundarsih; serta Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (PT TSP), Irene Irma.

Kemudian, Direktur PT WKE Yuliana Enganita Dibyo.‎ Sementara satu pengusaha lainnya yakni, Leonardo Jusminarta Prasetyo selaku Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama.‎

"Telah melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, menerima hadiah," kata Jaksa KPK, I Wayan Riana saat membacakan surat dakwaan.

 Korupsi

‎Menurut jaksa, suap diberikan agar empat pejabat itu mempermudah pengawasan proyek sehingga dapat memperlancar pencairan anggaran kegiatan proyek yang dikerjakan PT WKE, PT TSP, dan PT Minarta di lingkungan Satuan Kerja PSPAM Strategis dan Satuan Kerja Tanggap Darurat Permukiman Pusat Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR.

Jaksa merincikan, fee yang diterima Anggiat berasal dari PT WKE sebesar Rp1,13 miliar. Suap itu diberikan secara bertahap dalam kurun waktu November 2014 hingga 1 Maret 2016.

Kemudian, Anggiat kembali menerima suap dari PT WKE dan PT TSP sebesar Rp2,6 miliar dan USD5 ribu.

(Baca juga: Pasutri Didakwa Suap 4 Pejabat Kementerian PUPR hingga Rp4,9 M)

Sementara suap yang berasal dari PT Minarta Dutahutama, Anggiat menerima fee sebesar Rp1,25 miliar. Fee itu berasal dari proyek SPAM Hongaria paket 2. Menurut jaksa, Anggiat menerima fee tersebut dari Leonardo melalui Misnan secara bertahap pada Mei-Juni 2018.‎

(Baca juga: KPK Identifikasi Aset Lain yang Disinyalir Hasil Suap Proyek Air Minum)

Atas perbuatanya, Anggiat didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

(sal)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini